Pelatihan berlangsung dalam dua tahapan:
- 5 hari asinkron (belajar mandiri)
- 10 hari pelatihan luring di BGTK Banten, Parung
Pada tahap luring, peserta didorong memperdalam pemahaman melalui praktik, analisis studi kasus, dan kolaborasi.
“Kami mengerjakan tujuh kebiasaan Indonesia Hebat dalam bentuk pelatihan. Setelah pretest dan posttest, ternyata tidak berhenti di situ. Kami wajib menyelesaikan proyek transformasi kepemimpinan sekolah sebagai syarat sertifikat,” ungkap Eni.
Proyek tersebut harus diselesaikan dalam waktu 10 hari, kemudian dipresentasikan secara live selama tiga jam melalui Zoom dalam proses pemantauan dari BGTK.
Dampak Nyata bagi Guru dan Siswa
Eni memastikan kegiatan press tour ini bukan sekadar seremonial.
“Sebelum kegiatan di-ACC, saya koordinasi dengan kepala sekolah. Beliau terbuka karena kegiatan ini punya dampak langsung. Guru jadi bisa berinteraksi dengan pemangku kebijakan, termasuk kesempatan bertanya soal beasiswa,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pejabat pusat memberi ruang dialog yang selama ini tidak banyak didapat guru.
Sekolah dengan Kinerja Positif
Selain aktif dalam beragam program kementerian, SDN Rawabuntu 03 juga memiliki guru yang terlibat sebagai fasilitator Pembelajaran Mendalam. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan mengapa sekolah ini dipilih sebagai lokasi press tour.
Momentum Bulan Guru Nasional 2025 ini pun menjadi dorongan bagi SDN Rawabuntu 03 untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kompetensi guru sebagai garda terdepan menciptakan generasi Indonesia yang unggul.
(***)
Artikel Terkait
Caretaker Kadin Tangsel Pastikan Muskot Transparan: Tempat Dipilih 3 Hari, Anggaran Tak Dipungut dari Kandidat
Kasus Pengadaan Google Cloud Jadi Babak Baru di Skandal Korupsi Kemendikbud Ristek era Nadiem Makarim
Pengesahan KUHAP oleh DPR Tuai Soratan, Bandingkan Syarat Penahanan Tersangka di Kebijakan Lama vs Baru
Jabarkan Permasalahan Polri di Depan DPR, Wakapolri Singgung soal Lemahnya Pengawasan Internal
Negara Terkepung Politik Post-Truth: Ancaman Baru atas Nalar Publik dan Legitimasi Demokrasi