Serpong, bidiktangsel.com – Suasana berbeda tampak di SDN Rawabuntu 03 pada Kamis (20/11/2025). Dalam rangka Bulan Guru Nasional 2025, sekolah ini menjadi tuan rumah press tour yang digelar Direktorat KSPSTK dengan tema nasional “Terima Kasih Guru, Guru Hebat Indonesia Kuat”.
Pemilihan SDN Rawabuntu 03 bukan tanpa alasan—sekolah ini dinilai berhasil memanfaatkan berbagai program peningkatan kompetensi guru dari Kementerian Pendidikan.
Koordinator Kurikulum SDN Rawabuntu 03, Eni Arumita Sari, menyebut kunjungan ini menjadi momen penting bagi sekolah, sekaligus pengakuan atas komitmen mereka dalam mengikuti program kementerian.
“Alhamdulillah sekolah kami terpilih karena sudah menerima kebermanfaatan program dari kementerian. Di antaranya pelatihan BCKS Angkatan 1 BGTK Provinsi Banten yang saya ikuti, dan pelatihan Pembelajaran Mendalam yang diikuti kepala sekolah serta dua guru,” ujar Eni dalam wawancara khusus.
Direktur KSPSTK Ikut Mengajar di Kelas 3
Tidak hanya hadir dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional, Direktur KSPSTK juga turun langsung ke kelas untuk mengajar. Ia masuk ke kelas 3 dan memberikan pembelajaran Matematika yang sesuai dengan kurikulum yang tengah dipelajari para siswa.
“Beliau bukan sekadar memperingati Hari Guru, tapi juga mengajar langsung. Ini pengalaman berharga bagi siswa dan guru,” jelas Eni.
Proses Ketat Seleksi dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah
Eni juga menguraikan proses panjang yang harus dilalui peserta BCKS (Calon Kepala Sekolah).
Seleksi administrasi dan unggah berkas dilakukan melalui LMS Ruang GTK, sebelum peserta menjalani tes substansi secara online.
Dari 18 peserta yang lolos verifikasi, hanya 17 yang melanjutkan pelatihan.
Artikel Terkait
Caretaker Kadin Tangsel Pastikan Muskot Transparan: Tempat Dipilih 3 Hari, Anggaran Tak Dipungut dari Kandidat
Kasus Pengadaan Google Cloud Jadi Babak Baru di Skandal Korupsi Kemendikbud Ristek era Nadiem Makarim
Pengesahan KUHAP oleh DPR Tuai Soratan, Bandingkan Syarat Penahanan Tersangka di Kebijakan Lama vs Baru
Jabarkan Permasalahan Polri di Depan DPR, Wakapolri Singgung soal Lemahnya Pengawasan Internal
Negara Terkepung Politik Post-Truth: Ancaman Baru atas Nalar Publik dan Legitimasi Demokrasi