Oleh: Mukhtar Amiluddin, S.Ag.
Pengurus DMI Tangerang Selatan
Opini - Dalam perjalanan panjang sejarah manusia, sosok Nabi Muhammad SAW menempati posisi istimewa dalam keyakinan umat Islam. Lebih dari 1.400 tahun setelah wafatnya, ajaran, keteladanan, dan perjuangan beliau masih menjadi rujukan bagi miliaran umat Islam di berbagai belahan dunia.
Ketokohan Rasulullah tidak semata-mata dipandang dari keberhasilan membangun masyarakat Madinah atau menyebarkan ajaran Islam. Bagi umat Islam, keagungan Muhammad SAW juga tercermin melalui akhlak, keteguhan menghadapi berbagai ujian, kepemimpinan, serta ajaran yang diwariskannya melalui Al-Qur'an dan Sunnah.
Baca Juga: Konflik Lahan Legok Memanas, Komisi II DPR Beri Waktu 30 Hari untuk Cari Jalan Keluar
Lahir di Tengah Masyarakat yang Mengalami Krisis Moral
Muhammad SAW lahir di Makkah sekitar tahun 570 Masehi. Masa tersebut dalam tradisi sejarah Islam dikenal sebagai Tahun Gajah, yang dikaitkan dengan peristiwa pasukan Raja Abrahah dari Yaman yang datang menyerang Ka'bah.
Masyarakat Arab ketika itu hidup dalam lingkungan sosial yang oleh sumber-sumber sejarah Islam kerap digambarkan sebagai masa jahiliyah. Praktik penyembahan berhala menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Makkah.
Di tengah kondisi tersebut, Muhammad SAW sejak sebelum menerima kenabian dikenal sebagai pribadi yang gemar merenung dan mencari makna kehidupan.
Beliau sering melakukan tahannuts atau menyendiri untuk beribadah dan merenung di Gua Hira, sebuah tempat yang berada di kawasan Jabal Nur, tidak jauh dari Makkah.
Baca Juga: TIM HUKUM: Fauzan Fadel Muhammad Jadi Korban Framing, Fakta Perkara PT GME Kini Dibuka
Perjalanan spiritual tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah kenabian Muhammad SAW.
Wahyu Pertama dan Awal Risalah
Dalam tradisi Islam, momentum besar tersebut terjadi ketika Muhammad SAW menerima wahyu pertama melalui Malaikat Jibril.
Peristiwa itu menandai dimulainya risalah kenabian yang kemudian membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Arab dan sejarah peradaban dunia.
Artikel Terkait
TangselKota - CSIRT Jadi Garda Keamanan Digital, Pemkot Tangsel Siapkan Deteksi hingga Pemulihan Serangan Siber
Pemkot Tangsel Perkuat Peran Guru Ngaji, Insentif Disiapkan untuk Jaga Karakter Generasi Muda
DJP-Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara hingga Rp1 Triliun Berhasil Dicegah
Bea Cukai Banten Musnahkan 41,2 Juta Batang Rokok dan 1.739 Liter MMEA Ilegal, Nilainya Rp62 Miliar
Daycare Ramah Anak Hadir di Pusat Pemerintahan Tangsel, Orang Tua Bekerja Lebih Tenang