Setelah menerima pengalaman spiritual yang sangat mengguncangkan, Muhammad SAW kembali ke rumah dalam keadaan membutuhkan ketenangan. Khadijah binti Khuwailid, istrinya, memberikan dukungan dan ketenangan kepada beliau.
Khadijah kemudian membawa Muhammad SAW menemui Waraqah bin Naufal, seorang kerabat yang memahami tradisi kitab sebelumnya.
Dalam riwayat yang populer dalam sejarah Islam, Waraqah meyakini bahwa pengalaman Muhammad SAW berkaitan dengan wahyu yang sebelumnya juga diterima para nabi.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu episode penting dalam perjalanan awal kenabian Muhammad SAW.
Baca Juga: Pilar Saga Tantang Ketua PWI Tangsel di Papan Catur, Ahmad Eko Nursanto Keluar Sebagai Pemenang
Dari Makkah, Risalah Islam Menjangkau Dunia
Dakwah Nabi Muhammad SAW pada awalnya menghadapi berbagai penolakan dan tekanan. Namun, perjuangan tersebut terus berlangsung hingga terbentuk komunitas Muslim yang semakin berkembang.
Hijrah ke Madinah menjadi titik penting dalam perjalanan sejarah Islam. Di Madinah, Muhammad SAW tidak hanya berperan sebagai penyampai risalah keagamaan, tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang membangun tatanan sosial berdasarkan prinsip-prinsip yang diyakini dalam Islam.
Dari kawasan Arab, ajaran Islam kemudian berkembang ke berbagai wilayah dunia.
Hingga saat ini, umat Islam tersebar di berbagai negara dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan keagamaan.
Keteladanan yang Melampaui Zaman
Keistimewaan Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam tidak dapat dilepaskan dari akhlak beliau.
Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keberanian, keadilan dan keteguhan dalam menjalankan amanah menjadi bagian dari keteladanan yang terus dikenang.
Artikel Terkait
TangselKota - CSIRT Jadi Garda Keamanan Digital, Pemkot Tangsel Siapkan Deteksi hingga Pemulihan Serangan Siber
Pemkot Tangsel Perkuat Peran Guru Ngaji, Insentif Disiapkan untuk Jaga Karakter Generasi Muda
DJP-Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara hingga Rp1 Triliun Berhasil Dicegah
Bea Cukai Banten Musnahkan 41,2 Juta Batang Rokok dan 1.739 Liter MMEA Ilegal, Nilainya Rp62 Miliar
Daycare Ramah Anak Hadir di Pusat Pemerintahan Tangsel, Orang Tua Bekerja Lebih Tenang