Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Tegaskan Komitmen Penataan Ruang Terpadu Demi Mitigasi Banjir
Acara yang sedang dalam tahap persiapan ini akan menampilkan tari-tarian tradisional Karo, kesenian ndikar karo yang mirip dengan pencak silat di Banten, serta menyajikan hidangan khas Karo yang otentik.
Selain itu, acara ini juga bertujuan mengedukasi generasi muda mengenai kekayaan budaya leluhur.
"Salah satunya untuk mengingatkan dan mengenalkan generasi muda terkait budaya Karo. Kemudian ada yang mirip dengan di Banten. Kalau di sini ada pencak silat, maka di sana namanya ndikar karo," tutup Damenta.
Baca Juga: Jelang Purna Tugas, Ratu Tatu Chasanah Raih Apresiasi dari Serikat Buruh Kabupaten Serang
Pagelaran budaya Karo ini menjadi simbol integrasi budaya lokal dengan masyarakat Banten yang majemuk.
Kehadiran KBB menunjukkan bahwa pluralisme budaya bukan sekadar toleransi, tetapi juga kolaborasi dalam membangun harmoni sosial.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten terhadap kegiatan ini mencerminkan upaya kolektif dalam menjaga warisan budaya sebagai aset bangsa.
Baca Juga: Pengelola Cordoba Harus Berkolaborasi Demi Pembenahan Kawasan Kuliner BSD
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seperti KBB diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk menghidupkan semangat kebudayaan di tengah arus globalisasi. (***)
Artikel Terkait
Pensiunan Tentara Ramai-Ramai Tolak Gibran: Bukankah Itu Pelanggaran Konstitusi?
HMI Kabupaten Serang Apresiasi Dua Dekade Kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah
Update Pembentukan Danantara: Strategi Baru RI Kelola Investasi Nasional Capai Rp16.476 Triliun
Prabowo Yakin Danantara Bakal Kelola Aset hingga 1 Triliun USD: Strategi Besar Menuju Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pengelola Cordoba Harus Berkolaborasi Demi Pembenahan Kawasan Kuliner BSD