Prabowo Yakin Danantara Bakal Kelola Aset hingga 1 Triliun USD: Strategi Besar Menuju Kedaulatan Ekonomi Nasional

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 30 April 2025 | 10:53 WIB

BidikTangsel.com, Jakarta — Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali menegaskan ambisinya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi lewat penguatan kelembagaan baru bernama Danantara.

Dalam acara Town Hall Meeting tertutup yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada Senin, 28 April 2025, Prabowo menyampaikan visi besar pembentukan Danantara yang digadang-gadang akan mengelola aset negara hingga mencapai angka fantastis: 1 triliun dolar AS.

Baca Juga: Update Pembentukan Danantara: Strategi Baru RI Kelola Investasi Nasional Capai Rp16.476 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa Danantara bukan sekadar entitas bisnis baru, melainkan simbol kedaulatan ekonomi Indonesia. 

Ia menilai bahwa selama ini aset-aset bangsa belum dikelola secara maksimal, baik dari sisi efisiensi maupun nilai tambahnya bagi rakyat.

“Saya menyampaikan bahwa Danantara ini adalah kekayaan bangsa Indonesia. Harus dikelola sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan,” ujar Prabowo kepada awak media usai memberikan pengarahan kepada jajaran BUMN.

Keyakinan Prabowo tidak berdiri tanpa landasan. Ia menyoroti potensi besar yang dimiliki negara melalui aset-aset tersembunyi yang selama ini belum dioptimalkan, baik dalam bentuk properti, tambang, maupun saham di perusahaan strategis.

Baca Juga: HMI Kabupaten Serang Apresiasi Dua Dekade Kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah

“Kita hitung aset-aset kita, ternyata kita kaya. Mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun USD,” imbuhnya penuh keyakinan.

Dalam arahannya kepada pengurus dan jajaran direksi Danantara dan BUMN, Prabowo juga memberikan pesan tegas agar meninggalkan pola lama yang sarat dengan praktik inefisiensi dan moral hazard. 

Ia menuntut adanya lompatan etis dan profesionalisme dalam tata kelola.

“Saya minta atas nama bangsa dan rakyat, semua direksi berbuat yang terbaik. Tinggalkan praktik-praktik zaman dulu, yang kurang efisien atau tidak benar, harus ditinggalkan,” tegasnya.

Baca Juga: Pensiunan Tentara Ramai-Ramai Tolak Gibran: Bukankah Itu Pelanggaran Konstitusi?

Pernyataan ini sejalan dengan tekad Prabowo dalam membangun pemerintahan yang bersih dan profesional, sekaligus menjawab keraguan publik atas pengelolaan aset negara yang selama ini sering dibayangi kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Sementara itu, Ketua Tim Transisi Ekonomi, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya sinergi antara Danantara dan BUMN sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X