Viral Isu Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah Mobile Banking di Dark Web, Bank Jatim Buka Suara dan Lakukan Investigasi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 15 Juni 2026 | 14:25 WIB
Isu dugaan kebocoran data 5,7 juta nasabah Bank Jatim yang disebut beredar di situs gelap. (X/DarilyDarkWeb)
Isu dugaan kebocoran data 5,7 juta nasabah Bank Jatim yang disebut beredar di situs gelap. (X/DarilyDarkWeb)

SURABAYA, BidikTangsel.com – Dugaan kebocoran data jutaan nasabah mobile banking milik Bank Jatim menjadi sorotan publik setelah informasi tersebut viral di media sosial dan forum pemantauan keamanan siber.

Menanggapi isu yang berkembang, Bank Jatim menyatakan telah melakukan investigasi internal dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan validitas informasi yang beredar.

Informasi mengenai dugaan kebocoran data tersebut pertama kali mencuat setelah akun pemantau aktivitas siber di platform X, @DailyDarkWeb, mengunggah temuan terkait klaim penjualan data yang diduga berasal dari sistem mobile banking Bank Jatim.

Baca Juga: BTN Jakim 2026 Disorot, Dugaan Minim Tim Medis Viral Usai Dokter Peserta Lari Turut Tangani Pelari Pingsan

Dalam unggahan yang beredar pada Jumat (12/6/2026), disebutkan bahwa seorang pelaku ancaman siber mengiklankan basis data yang diklaim berisi sekitar 5,7 juta rekaman data pelanggan yang diduga terkait dengan layanan mobile banking Bank Jatim.

Unggahan tersebut juga menampilkan contoh struktur data yang diklaim memuat berbagai informasi pribadi nasabah.

Data yang Diklaim Bocor Berisi Informasi Pribadi

Berdasarkan informasi yang beredar, data yang diklaim bocor mencakup sejumlah informasi sensitif, antara lain nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, nomor telepon, hingga sejumlah identifikasi yang dikaitkan dengan aktivitas perbankan.

Baca Juga: Festival Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno Ditutup Meriah, IKABOGA Banten dan KADIN Tangsel Perkuat UMKM Pangan Lokal

Klaim tersebut langsung memicu kekhawatiran publik terkait keamanan data pribadi dan perlindungan informasi nasabah di sektor perbankan digital.

Namun hingga saat ini belum terdapat konfirmasi independen yang menyatakan bahwa data yang beredar benar-benar berasal dari sistem internal Bank Jatim.

Bank Jatim: Tidak Ada Indikasi Gangguan pada Sistem Internal

Menanggapi isu yang viral, manajemen Bank Jatim menegaskan telah bergerak cepat melakukan investigasi terhadap sampel data yang dipublikasikan di forum dark web.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui media sosial perusahaan pada Senin (15/6/2026), Bank Jatim menyebut hasil pemeriksaan awal belum menemukan indikasi adanya gangguan atau kompromi terhadap sistem internal perseroan.

Baca Juga: Festival Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno di Pamulang Square Diserbu Ribuan Warga, KADIN Tangsel dan IKABOGA Perkuat Kolaborasi Pangan Nusantara

"Bank Jatim telah melakukan investigasi terhadap sampel data yang dipublikasikan pada forum dark web. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan hingga saat ini, Bank Jatim tidak menemukan adanya indikasi gangguan terhadap sistem internal Bank Jatim," demikian pernyataan resmi Bank Jatim.

Pihak bank juga menegaskan bahwa karakteristik data yang beredar tidak menunjukkan keterkaitan dengan data transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan yang dimiliki perseroan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X