info-tangsel

Isu Migrasi Siswa Mencuat, Yayasan Syarif Hidayatullah Tegaskan Fokus Lindungi Anak

Rabu, 9 September 2026 | 10:59 WIB
Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ilham Aufa, menegaskan pihaknya hingga Selasa (8/9/2026) belum menerima informasi resmi mengenai adanya perpindahan atau migrasi siswa. (Photo: bidik/Istimewa)

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masuk Tangsel, Sekolah Beralih ke PJJ Senin 7 September

Ilham menekankan, persoalan yang terjadi antara pihak-pihak yang bersengketa semestinya tidak membuat siswa kehilangan rasa aman dalam menjalani kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama yayasan. Ia menyebut pihaknya tidak ingin anak-anak terseret ke dalam persoalan hukum yang sedang berjalan.

“Kita tidak masuk ke ranah hukum, biarkan ranah hukum berjalan apa adanya. Tapi kepastian tentang jaminan anak-anak sekolah nyaman, sekolah aman, sekolah terlindungi, itu harus menjadi perhatian nomor satu,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan sejumlah lembaga yang memiliki perhatian terhadap perlindungan anak. Menurut Ilham, kepentingan anak harus ditempatkan di atas konflik yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Hujan Abu Erupsi Anak Krakatau Terjang Lampung, Warga Keluhkan Debu Vulkanik hingga Ganggu Pernapasan

Bantah Konsolidasi Orang Tua

Dalam konferensi pers tersebut, Ilham juga membantah tudingan bahwa yayasan melakukan konsolidasi atau memberikan arahan tertentu kepada para orang tua siswa untuk mempertahankan anak-anak mereka bersekolah di lokasi tersebut.

Ia mengatakan orang tua memiliki hak untuk menentukan pilihan pendidikan bagi anaknya masing-masing.

“Kami sama sekali tidak pernah memberikan perintah seperti yang disampaikan. Memberikan perintah, mengkonsolidasi dan sebagainya terhadap orang tua. Benar-benar mereka hanya ingin anaknya terlindungi, anaknya merasa nyaman,” tuturnya.

Menurut Ilham, keberadaan orang tua yang tetap mempertahankan anaknya bersekolah di tempat tersebut merupakan pilihan mereka sendiri dan bukan karena adanya tekanan dari yayasan.

Baca Juga: Sudah Boarding Malah Disuruh Turun, Cerita Penumpang Gagal Terbang dari Bandara Soetta akibat Erupsi Anak Krakatau

“Mereka punya hak sendiri untuk masuk dan keluar,” katanya.

Ia juga menyebut pihaknya terus berupaya menjaga komunikasi dengan orang tua dan pihak-pihak terkait agar situasi tidak berkembang menjadi persoalan yang berdampak terhadap psikologis maupun proses pendidikan siswa.

 

Halaman:

Tags

Terkini