TANGSEL – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dapat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Imbauan tersebut disampaikan Dinkes Tangsel melalui siaran pers pada Minggu (6/9/2026), menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya melaporkan aktivitas erupsi Anak Krakatau dengan intensitas tinggi. Erupsi menerus terindikasi sebagai pancaran lava (lava fountain) dan berlangsung sejak Jumat (4/9) malam.
Baca Juga: Antisipasi Banjir dan Longsor, Pilar Saga Cek Turap di Tiga Titik Tangsel
Sebaran abu vulkanik juga dilaporkan telah mencapai kawasan pesisir Banten. Material tersebut terbawa oleh arah angin dan intensitasnya dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.
Dalam kondisi tersebut, Dinkes Tangsel meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi gangguan kesehatan apabila abu vulkanik terbawa ke wilayah permukiman.
Kepala Dinkes Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, mengimbau warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Masker N95 dianjurkan karena dapat membantu menyaring partikel berukuran kecil, termasuk abu vulkanik.
Apabila masker N95 tidak tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis sebagai perlindungan tambahan.
“Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik, terutama saat kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar,” demikian imbauan Dinkes Tangsel.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Dinkes Tangsel meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika abu vulkanik sedang menyebar.
Warga juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko abu masuk ke mata. Jika sebaran abu cukup tebal, masyarakat diminta tetap berada di dalam ruangan dan membatasi paparan dari luar.
Apabila mata atau hidung terkena abu, masyarakat dianjurkan membersihkannya menggunakan air bersih. Setelah beraktivitas di luar rumah, warga juga diminta mencuci tangan dan wajah.
Artikel Terkait
CKG Tangsel Tembus 48 Persen, Pemkot Kejar Cakupan Lebih Luas untuk Deteksi Dini Penyakit
DPR Kunci Tenggat RUU Perampasan Aset: 15 Desember 2026 Jadi Batas Pengesahan
Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”
Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU: “Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah, Saya Tak Dapat Mandat Rakyat”
RUU Perampasan Aset Ditarget Ketok 15 Desember, Dasco: Tak Selesai Kami Mundur