Bahkan, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau telah berdampak pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan melaporkan bandara tersebut sempat ditutup sementara pada Minggu dini hari setelah hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik.
Dinkes Tangsel meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan langkah perlindungan kesehatan.
Gunakan masker, kurangi paparan abu, lindungi mata dan kulit, serta pantau informasi resmi pemerintah.
Baca Juga: Jangan Jadi “Kertas Kosong”, Benyamin Dorong Remaja Tangsel Perkuat Mental dan Karakter
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik juga diminta segera mencari pertolongan medis, terutama jika muncul gangguan pernapasan.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Tangerang Selatan melindungi diri dan keluarga dari potensi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
(***)
Artikel Terkait
CKG Tangsel Tembus 48 Persen, Pemkot Kejar Cakupan Lebih Luas untuk Deteksi Dini Penyakit
DPR Kunci Tenggat RUU Perampasan Aset: 15 Desember 2026 Jadi Batas Pengesahan
Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”
Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU: “Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah, Saya Tak Dapat Mandat Rakyat”
RUU Perampasan Aset Ditarget Ketok 15 Desember, Dasco: Tak Selesai Kami Mundur