Baca Juga: Kolaborasi Kemendikdasmen dan BMM Hadirkan Kemudahan Belajar Al-Qur’an Bagi Teman Tuli
Prosesnya harus bertahap, dengan perhitungan matang terkait kapasitas intake, analisis bisnis, hingga risiko teknis maupun finansial.
“Kerjasama ini bukan program mendadak. Semua dihitung komprehensif, mulai dari pengambilan air, pengolahan, hingga distribusi. Potensi perubahan tarif juga akan dievaluasi,” ujar Benyamin.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara misi sosial pelayanan publik dengan aspek komersial BUMD. Soliditas manajemen dinilai menjadi kunci agar permasalahan bisa ditangani cepat dan pelayanan tetap optimal.
Baca Juga: POKIR Jadi Bahan Bancakan DPRD Tangsel: Membebani APBD dan Mengorbankan Masyarakat
Sorotan Publik: Transparansi yang Dipertanyakan
Meski menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, gelaran MoU ini yang bersifat tertutup menimbulkan tanda tanya publik.
Transparansi dinilai sangat penting, apalagi sektor air bersih kerap menjadi sorotan akibat keterbatasan layanan dan tingginya kebutuhan di wilayah perkotaan.
Ketiadaan akses media membuat masyarakat hanya mendapatkan informasi dari keterangan resmi, tanpa bisa mengetahui detail dinamika perjanjian yang menyangkut dana investasi besar tersebut.
Baca Juga: Musholla Almuawanah Gelar Tablig Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Ciater Serpong
Harapan Baru untuk Layanan Air Bersih
Terlepas dari kritik mengenai keterbukaan, kerja sama antara PT PALYJA Tirta Tangsel dan Perseroda PITS diharapkan menjadi momentum penting dalam penyediaan air bersih di Tangerang Selatan.
Dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah, proyek ini digadang-gadang mampu menjawab keterbatasan pasokan sekaligus menghadirkan sistem layanan yang berkelanjutan, adil, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Jika terealisasi sesuai rencana, pembangunan infrastruktur SPAM tersebut diyakini menjadi tonggak baru dalam meningkatkan kualitas hidup warga Tangsel.
(***)