Kolaborasi Kemendikdasmen dan BMM Hadirkan Kemudahan Belajar Al-Qur’an Bagi Teman Tuli

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 26 September 2025 | 10:45 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menyelenggarakan Training of Trainer
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menyelenggarakan Training of Trainer

Jakarta, bidiktangsel.com – Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas rungu atau teman tuli, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Al-Qur’an Isyarat pada 23-24 September.

Kegiatan yang diikuti oleh 31 peserta yang mayoritas merupakan teman tuli dan guru SLB ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pendidik dan relawan yang kompeten dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan metode isyarat, sehingga semakin banyak penyandang teman tuli yang dapat merasakan keindahan dan keberkahan membaca Al-Qur’an.

Baca Juga: POKIR Jadi Bahan Bancakan DPRD Tangsel: Membebani APBD dan Mengorbankan Masyarakat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengapresiasi pelaksanaan program ini dan menegaskan bahwa, agenda ini menjadi bagian dari literasi Al-Qur’an yang mudah dan ramah bagi disabilitas.

“Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam. Melalui pelaksanaan agenda ini, kami berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas tidak hanya seputar pengetahuan umum tapi juga pembelajaran Al-Qur’an,” tuturnya dalam sambutan yang disampaikan pada 24 September di aula Masjid Baitut Tholibin.

Beliau juga menambahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Al-Qur’an melalui membaca dan menghafalnya, memiliki daya ingat yang lebih baik.

Baca Juga: Musholla Almuawanah Gelar Tablig Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Ciater Serpong

Karena itu, pendidikan Al-Qur’an juga menjadi pondasi penting dalam melahirkan generasi yang baik akhlaknya dan cerdas cara berpikirnya.

Program Al-Qur’an isyarat ini menjadi yang pertama di dunia yang digagas oleh Kementerian Agama.

Jika sebelumnya Al-Qur’an yang dibahasa isyaratkan adalah terjemahannya, maka Kementerian Agama sejak tahun 2022 menggunakan bahasa isyarat dalam bentuk huruf Arab (hijaiyah).

Baca Juga: Kontras Tajam! DPRD Tangsel Digaji Rp76,7 Juta Per Bulan, Guru Honorer Hanya Rp500 Ribu

“Pelaksanaan program ini juga menjadi wujud nyata dari firman Allah yang menyatakan bahwa Al-Qur’an dijadikan mudah untuk semua orang. Alhamdulillah, BMM bekerja sama dengan LPMQ Kemenag, terlibat dalam meluaskan kesempatan membaca Al-Qur’an Isyarat bagi sahabat tuli dengan mengambil porsi khusus pada program ToT Al-Qur’an Isyarat dalam rangka membuka akses kemudahan tersebut, mengingat program ini masih tergolong baru dengan pengajar yang terbatas,” ujar Galeh Pujonegoro selaku Direktur Wakaf dan CSR BMM.

Dalam program ini, para peserta ToT juga dibekali dengan pemahaman metode Al-Qur’an Isyarat yang sesuai kaidah, teknik komunikasi yang efektif dengan penyandang disabilitas rungu, materi pengajaran interaktif yang dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan dan komunitas.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X