Termasuk media yang dapat digunakan untuk menyebarluaskan pembelajaran Al-Qur’an Isyarat berupa buku pedoman membaca Al-Qur’an Isyarat, buku panduan membaca Al-Qur’an Isyarat, Juz Amma Isyarat, dan dua jilid Al-Qur’an Isyarat yang masing-masing terdiri dari juz 1-15 dan juz 16-30.
Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen dan BMM berharap terwujudnya ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif bagi para penyandang disabilitas.
“Harapan kami, para peserta ToT dapat menjadi penggerak keberlanjutan dalam mengenalkan dan meluaskan Al-Qur’an Isyarat yang kemudian dapat melahirkan lebih banyak pengajar Al-Qur’an Isyarat di seluruh Indonesia. Ini juga adalah bagian dari upaya kita bersama mewujudkan langkah nyata mewujudkan pilar ke-4 dalam SDG's yaitu Pendidikan Berkualitas untuk Semua. Sebagai bagian dari keberlanjutan program, kedepan sama-sama kita upayakan membaca Al-Qur’an ini Isyarat juga dapat dilombakan dalam ajang MTQ Nasional,” tutup Galeh.
(***)
Artikel Terkait
Forum Wartawan Kebangsaan Desak Audit Program MBG yang Sarat Masalah
Mengapa Anggaran Perjalanan Dinas Tangsel Rp115 Miliar, Padahal Kota Jogja Hanya Rp9 Miliar?
CV Galih Cantiqi Menang Tender Jalan Widya Kencana Rp12,3 M, Alamat Perusahaan Diduga Palsu
Pemkot Tangsel Hadiri Rapat Komisi II DPR RI, Bahas Gugatan Aset Lahan Sdri. Yatmi dengan PT JRP
Sengketa Situ Ranca Gede, Penerus Banten Nilai Putusan PT TUN Sarat Kejanggalan