Baca Juga: Remaja Putri 21 Tahun Sukses Merintis Usaha Kue Pastry
"Menu yang kami sajikan setiap hari berbeda, sesuai dengan arahan ahli gizi. Kami menciptakan menu dengan keseimbangan gizi, termasuk nasi, sayuran, buah-buahan, protein nabati, dan hewani. Misalnya, hari ini ada menu udang dan baso tahu ikan tenggiri. Untuk menu bayi, kami sajikan nasi tim sesuai pedoman gizi standar untuk bayi," terang Oktavia.
Lebih lanjut, Oktavia berharap bahwa melalui keterlibatannya, pelaku UMKM dapat turut membantu mengatasi masalah stunting di Kota Tangerang.
"Kami sangat berterima kasih dapat berkontribusi dalam menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak di Kota Tangerang, terutama di Kecamatan Pinang. Selain membantu perekonomian kami, ini juga mendukung peningkatan gizi pada balita," harapnya. (***)
Artikel Terkait
Dindikbud Kota Tangerang Selatan Gelar Pelatihan Hadroh, Ini Tanggapan Warganet
Remaja Butuh Edukasi Keluarga Berencana
Petani Harus Manfaatkan Sekolah Lapang untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Raperda Insentif Investasi Sedang Dalam Proses Diskusi
Mama Centing, Raih Penghargaan Nakes Teladan Inovatif Tingkat Nasional