Baca Juga: Alih Fungsi Lahan RTH: Warung Semi-Permanen di Jogging Track Situ Gintung Mengancam Konservasi
Butuh Sinergi Nasional
Dalam paparannya, Amran menekankan bahwa kompleksitas persoalan pangan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah.
Dibutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari akademisi, pelaku usaha, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.
“Kalau kita bersama, saya yakin kita bisa membereskan masalah mafia pangan dan berbagai isu pertanian lainnya. Ini perjuangan kita semua,” kata Amran.
Baca Juga: DPR Tegaskan Anggota yang Dinonaktifkan Parpol Tak Lagi Terima Gaji dan Tunjangan
Konteks dan Tantangan
Pernyataan Mentan muncul di tengah meningkatnya keresahan petani terhadap tingginya biaya produksi, harga gabah yang fluktuatif, serta ancaman dari praktik curang seperti beras oplosan dan pupuk palsu.
Kondisi ini memperburuk daya saing sektor pertanian, padahal Indonesia tengah berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pengamat pertanian menilai langkah tegas pemerintah terhadap mafia pangan akan menjadi ujian nyata bagi komitmen reformasi agribisnis.
Baca Juga: Inflasi Pangan Diklaim Turun, Mendagri Tito Soroti Peran Penyaluran Beras SPHP
Jika tidak ditangani serius, petani kecil akan terus menjadi korban utama dalam rantai distribusi pangan.
(***)
Artikel Terkait
Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw, Pemkab Serang Gelar Istighosah
6 Poin Hasil Pertemuan Pimpinan DPR dengan Ketua Fraksi: Dari Pemangkasan Tunjangan hingga Nasib Anggota Nonaktif
Anggota DPR Terima Take Home Pay Rp65,5 Juta Usai Pemangkasan Tunjangan
Misbakhun Usulkan Tarif PPN Turun Jadi 10 Persen, Sebut Ringankan Beban Rakyat dan Dorong Sektor Riil
Salah Satunya Diminta Kembali ke Barak, Kapuspen TNI Respons 17+8 Tuntutan Rakyat