PMI Ingatkan Warga Tidak Panik
Wakil Ketua PMI Kota Tangsel yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb. Asep Nurdin, mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari program PMI Peduli untuk membantu masyarakat menghadapi dampak abu vulkanik.
Ia meminta warga tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kewaspadaan.
“Kita ingatkan juga bersama untuk jangan panik, tetapi tetap waspada. Jaga keluarga dan jaga lingkungan,” ujar Asep.
Menurut Asep, pembagian masker dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kecamatan di Kota Tangsel.
Selain Alun-Alun Pamulang, sejumlah titik pembagian masker antara lain berada di Perempatan Muncul, Alun-Alun Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, serta beberapa lokasi lainnya.
“ Kita memang memfasilitasi terkait dengan kesehatan, termasuk pembagian masker ini,” katanya.
Baca Juga: Plank Kemenkes Mendadak Terpasang di Perumahan Depkes Tangsel, Warga Pertanyakan Status Lahan
Abu Vulkanik Terpantau, Warga Diminta Tetap Ikuti Informasi Resmi
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memang telah mencapai sejumlah wilayah Banten dan sekitarnya. BMKG pada 6 September melaporkan sebaran abu teridentifikasi melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.
Pada Selasa (8/9/2026), BMKG melaporkan sebaran abu secara umum berada pada ketinggian hingga sekitar 7.000 kaki atau 2,13 kilometer dan bergerak ke arah selatan-barat daya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arah dan konsentrasi abu dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer. Karena itu, masyarakat Tangsel diminta tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi mengikuti pembaruan dari pemerintah dan lembaga resmi.
Langkah kewaspadaan juga menjadi relevan karena warga Pondok Cabe, Tangsel, sebelumnya dilaporkan mengalami dampak hujan abu vulkanik, dengan abu tipis terlihat menempel di sejumlah permukaan rumah dan kendaraan.