Baca Juga: Tangerang Selatan Perangi Premanisme: Pemerintah Bentuk Satgas, Bukan Ormas
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, serta pembangunan ilegal di sempadan sungai menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air yang berujung pada banjir.
“Banjir ini bukan hanya soal pembangunan. Masyarakat juga harus sadar, jangan buang sampah ke sungai, jangan bangun di bahu sungai. Kalau tidak, akan berdampak ke tetangganya,” pungkasnya.
Evaluasi dan Keberlanjutan: Menuju Kota Tangguh Banjir
Penurunan jumlah titik banjir ekstrem di Tangsel dari lebih dari 50 menjadi 17 merupakan indikator keberhasilan nyata dari kebijakan dan tindakan terintegrasi yang dilakukan Pemkot.
Namun, ini bukan garis akhir. Ke depan, tantangan perubahan iklim, urbanisasi, dan degradasi lingkungan akan terus menguji daya tahan kota ini.
Upaya menuju Tangsel sebagai kota tangguh banjir membutuhkan konsistensi, evaluasi berkala, dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. (***)