Pondok Aren, bidiktangsel.com — Kota Tangerang Selatan kembali membuktikan komitmennya dalam membina generasi muda melalui ajang bergengsi Tangsel Open Taekwondo Championship 2025.
Kompetisi nasional yang memperebutkan Piala Wali Kota Tangerang Selatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Benyamin Davnie di Gedung Student Center PKN STAN, Minggu (1/6/2025).
Lebih dari Sekadar Kejuaraan
Dalam sambutannya, Benyamin menekankan bahwa Tangsel Open Taekwondo Championship 2025 bukan sekadar ajang mencari pemenang.
Lebih dari itu, ia menilai kejuaraan ini sebagai wadah strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, jujur, dan berintegritas.
“Kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang terbaik. Lebih dari itu, ini adalah panggung untuk menempa karakter generasi muda kita, generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh dalam semangat, jujur dalam bertindak dan berani dalam bersikap,” tegas Benyamin.
Baca Juga: Desa Sindanglaya Jadi Proyek Percontohan Program Radenmas 2045: Menata Desa Menuju Indonesia Emas
Sportivitas dan Pendidikan Karakter
Dengan melibatkan ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia, ajang ini menjadi simbol penting bagaimana olahraga dapat menjadi instrumen pembentukan mentalitas juang dan kepemimpinan sejak dini.
Taekwondo, sebagai cabang olahraga yang menekankan disiplin dan etika, dinilai cocok untuk membentuk pondasi karakter anak bangsa.
“Melalui event seperti ini, kita berharap akan lahir atlet-atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama daerah, bahkan mengibarkan merah putih di pentas dunia,” ujar Benyamin optimistis.
Artikel Terkait
Jalan Usaha Tani (JUT) Dipercepat di Lebak, Dorong Konektivitas Sentra Pangan dan Efisiensi Usaha Tani
Menuju KLA Utama 2025, Tangsel Perkuat Layanan Perlindungan Anak dan Inovasi Ramah Anak
100 Hari Kerja: Bupati Serang Rachmatuzakiyah Prioritaskan Layanan Dasar Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur
Pihak Kantor Pos Diminta Segera Benahi Pagar, Cegah Penyalahgunaan Area di Sekitar Pasar Ciputat
Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum dari Polda Metro Jaya atas Aksi Premanisme Ormas