Titik Banjir Ekstrem di Tangsel Turun Drastis: Hasil Nyata dari Komitmen dan Kolaborasi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 3 Juni 2025 | 16:41 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, dalam kunjungannya ke RW 02 Rawa Buntu, Kecamatan Serpong
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, dalam kunjungannya ke RW 02 Rawa Buntu, Kecamatan Serpong

Baca Juga: Tangerang Selatan Perangi Premanisme: Pemerintah Bentuk Satgas, Bukan Ormas

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, serta pembangunan ilegal di sempadan sungai menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air yang berujung pada banjir.

“Banjir ini bukan hanya soal pembangunan. Masyarakat juga harus sadar, jangan buang sampah ke sungai, jangan bangun di bahu sungai. Kalau tidak, akan berdampak ke tetangganya,” pungkasnya.

Evaluasi dan Keberlanjutan: Menuju Kota Tangguh Banjir

Penurunan jumlah titik banjir ekstrem di Tangsel dari lebih dari 50 menjadi 17 merupakan indikator keberhasilan nyata dari kebijakan dan tindakan terintegrasi yang dilakukan Pemkot.

Baca Juga: WTP Tak Selalu Berarti Sejahtera: Saat Predikat Administratif Tak Berbanding Lurus dengan Realita Publik

Namun, ini bukan garis akhir. Ke depan, tantangan perubahan iklim, urbanisasi, dan degradasi lingkungan akan terus menguji daya tahan kota ini.

Upaya menuju Tangsel sebagai kota tangguh banjir membutuhkan konsistensi, evaluasi berkala, dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X