Serpong, bidiktangsel.com — Dalam beberapa tahun terakhir, Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan publik terkait tantangan banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga.
Namun kini, kabar menggembirakan datang dari Pemerintah Kota Tangsel: jumlah titik banjir ekstrem di wilayah ini telah menurun drastis, dari lebih dari 50 titik pada awal pemerintahan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, menjadi sekitar 17 titik pada pertengahan tahun 2025.
Baca Juga: Membaca Arah Kebijakan Gubernur Banten Andra Soni: Antara Ekspektasi dan Realisasi
Penurunan signifikan ini tidak terjadi begitu saja. Di baliknya terdapat serangkaian upaya teknis, koordinasi lintas wilayah, dan pembangunan infrastruktur berbasis data yang menjadi pilar utama pengendalian banjir di kota satelit Jakarta ini.
Penanganan Strategis: Dari Identifikasi Titik Rawan hingga Implementasi Solusi
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, dalam kunjungannya ke RW 02 Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Senin (02/06/2025), menekankan pentingnya pendekatan teknis yang akurat untuk menyelesaikan masalah banjir yang kompleks.
Baca Juga: Begini Tanggapan Kapolsek Ciputat Timur Terkait Pengaduan Warga Melalui Layanan 110
Wilayah Rawa Buntu merupakan titik elevasi terendah di kecamatan tersebut, menjadikannya lokasi akumulasi air dari berbagai arah saat hujan deras melanda.
“Ini titik paling rendah, semua aliran air dari titik-titik lebih tinggi berkumpul di sini,” kata Pilar.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyebutkan bahwa Pemkot bersama dinas teknis sedang merancang penanganan menyeluruh, termasuk pembangunan kolam retensi, sistem drainase baru, hingga pelebaran saluran air.
Infrastruktur yang Berdampak Langsung: Tandon Air hingga Long Storage
Tak hanya di Rawa Buntu, program serupa telah menyentuh kawasan lain yang sebelumnya dikenal sebagai zona merah banjir.
Di kawasan Pondok Maharta dan Kampung Bulak, yang dahulu sering terendam air hingga se-leher, kini situasi telah jauh lebih terkendali.
Artikel Terkait
Tangsel Siaga 24 Jam: Garda Terdepan Penanggulangan Banjir di Tengah Hujan Deras
Desa Sindanglaya Jadi Proyek Percontohan Program Radenmas 2045: Menata Desa Menuju Indonesia Emas
Tangsel Teken Pakta Integritas SPMB 2025: Akhiri Praktik Titip Siswa dan Pastikan Pemerataan Akses Pendidikan
Tangsel Open Taekwondo Championship 2025: Panggung Pembentukan Karakter dan Lahirnya Atlet Berprestasi
WTP Tak Selalu Berarti Sejahtera: Saat Predikat Administratif Tak Berbanding Lurus dengan Realita Publik