Yayasan Syarif Hidayatullah Buka Suara soal Rentetan Konflik, Soroti Dugaan Aksi Paksa dan Minta Publik Kawal

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 8 September 2026 | 14:52 WIB
Konferensi pers yang digelar Tim Pendidikan Yayasan Syarif Hidayatullah di ruang Sekolah Dasar Islam Pembangunan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (8/9/2026).
Konferensi pers yang digelar Tim Pendidikan Yayasan Syarif Hidayatullah di ruang Sekolah Dasar Islam Pembangunan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Hujan Abu Erupsi Anak Krakatau Terjang Lampung, Warga Keluhkan Debu Vulkanik hingga Ganggu Pernapasan

“Baru dua atau tiga bulan belakangan baru ditindaklanjuti di Polres Tangsel,” katanya.

Warid kemudian menyoroti peristiwa pada 4 Juni 2026. Menurut keterangannya, terjadi upaya masuk kembali yang kemudian berujung bentrokan fisik.

Ia mengklaim seorang petugas keamanan Yayasan Triguna mengalami pemukulan menggunakan benda yang disebutnya sebagai paku winch. Peristiwa tersebut, menurut Warid, terjadi di depan para murid.

“Dari 4 Juni itu paginya mereka di Triguna, siangnya mereka ke sini. 4 Juni siang kan kejadiannya di sini,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, Warid menyebut kejadian kembali terjadi pada 3 Juli 2026. Menurut dia, pada peristiwa tersebut pihak yang mereka persoalkan akhirnya berhasil masuk ke area yayasan.

Ia menilai rangkaian kejadian tersebut menunjukkan adanya upaya yang dilakukan berulang kali.

Baca Juga: Sudah Boarding Malah Disuruh Turun, Cerita Penumpang Gagal Terbang dari Bandara Soetta akibat Erupsi Anak Krakatau

“Upaya-upaya paksa, upaya-upaya premanisme, upaya-upaya yang mengedepankan kekerasan itu bukan satu-dua kali, tapi sudah dilakukan berkali-kali,” katanya.

Soroti Peran Kementerian Agama

Dalam konferensi pers tersebut, Warid juga menyampaikan kritik terhadap Kementerian Agama (Kemenag) terkait persoalan yang tengah dihadapi Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia menilai pemerintah, khususnya Kementerian Agama, semestinya memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Warid bahkan menyebut adanya dugaan pembiaran dan penyalahgunaan kewenangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Warid sebagai pandangan pihak yayasan dan belum merupakan kesimpulan hukum mengenai ada atau tidaknya pelanggaran oleh pihak-pihak yang disebut.

Warid juga menyinggung keterlibatan Universitas Indonesia (UI) dalam forum diskusi yang menurutnya berkaitan dengan masa depan pengelolaan Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta di Pamulang.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X