“Baru dua atau tiga bulan belakangan baru ditindaklanjuti di Polres Tangsel,” katanya.
Warid kemudian menyoroti peristiwa pada 4 Juni 2026. Menurut keterangannya, terjadi upaya masuk kembali yang kemudian berujung bentrokan fisik.
Ia mengklaim seorang petugas keamanan Yayasan Triguna mengalami pemukulan menggunakan benda yang disebutnya sebagai paku winch. Peristiwa tersebut, menurut Warid, terjadi di depan para murid.
“Dari 4 Juni itu paginya mereka di Triguna, siangnya mereka ke sini. 4 Juni siang kan kejadiannya di sini,” ujarnya.
Tidak berhenti di situ, Warid menyebut kejadian kembali terjadi pada 3 Juli 2026. Menurut dia, pada peristiwa tersebut pihak yang mereka persoalkan akhirnya berhasil masuk ke area yayasan.
Ia menilai rangkaian kejadian tersebut menunjukkan adanya upaya yang dilakukan berulang kali.
“Upaya-upaya paksa, upaya-upaya premanisme, upaya-upaya yang mengedepankan kekerasan itu bukan satu-dua kali, tapi sudah dilakukan berkali-kali,” katanya.
Soroti Peran Kementerian Agama
Dalam konferensi pers tersebut, Warid juga menyampaikan kritik terhadap Kementerian Agama (Kemenag) terkait persoalan yang tengah dihadapi Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia menilai pemerintah, khususnya Kementerian Agama, semestinya memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Warid bahkan menyebut adanya dugaan pembiaran dan penyalahgunaan kewenangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Warid sebagai pandangan pihak yayasan dan belum merupakan kesimpulan hukum mengenai ada atau tidaknya pelanggaran oleh pihak-pihak yang disebut.
Warid juga menyinggung keterlibatan Universitas Indonesia (UI) dalam forum diskusi yang menurutnya berkaitan dengan masa depan pengelolaan Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta di Pamulang.
Artikel Terkait
Jangan Jadi “Kertas Kosong”, Benyamin Dorong Remaja Tangsel Perkuat Mental dan Karakter
Polemik Yayasan Syarif Hidayatullah Memanas, Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pengambilan Dua Mobil dan Penyerobotan Aset
KADIN Tangsel Buka Peluang S1 dan Magang ke Taiwan, 87 Peserta Ikuti Sosialisasi
KADIN Tangsel–PLN UP3 Serpong Perkuat Kolaborasi, Peluang Investasi SPKLU Jadi Sorotan
KDM Menuju 2029: Tak Perlu Melawan Prabowo, Menunggu Estafet Bisa Jadi Jalan Terbaik