Baca Juga: RUU Perampasan Aset Ditarget Ketok 15 Desember, Dasco: Tak Selesai Kami Mundur
Peserta Wajib Berstatus Mahasiswa
Budi menegaskan, program tersebut memiliki konsep berbeda dengan program pemagangan yang hanya berorientasi pada penempatan tenaga kerja.
Peserta yang akan mengikuti program ke Taiwan harus berstatus sebagai mahasiswa. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengalaman kerja melalui program magang, tetapi juga menjalani pendidikan tinggi.
Peserta diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga tahun, kemudian memperoleh pengalaman, sertifikat, dan ijazah sesuai program pendidikan yang ditempuh.
"Anak-anak yang berangkat ke sana statusnya harus menjadi mahasiswa," tegasnya.
Ketua KADIN Kota Tangerang Selatan, Marhadi, SE., MM., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya membuka peluang pendidikan dan peningkatan keterampilan bagi generasi muda sekaligus membantu mengurangi pengangguran.
Baca Juga: Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU: “Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah, Saya Tak Dapat Mandat Rakyat”
Marhadi menilai, lulusan SMA dan SMK membutuhkan lebih banyak akses terhadap pendidikan lanjutan serta pengalaman kerja yang dapat meningkatkan daya saing mereka.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan melalui sinergi antara KADIN, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan lembaga terkait.
Marhadi juga menyinggung kondisi ekonomi global yang berdampak terhadap dunia usaha. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi penyerapan tenaga kerja sehingga dibutuhkan terobosan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menyebut angka pengangguran di Tangerang Selatan pada 2025 berada di angka 4,13 persen dan berharap berbagai program peningkatan kompetensi dapat ikut mendorong penurunan angka tersebut.
Baca Juga: Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”
"Harapan kita agar anak-anak Kota Tangerang Selatan mendapatkan pendidikan yang layak, pendidikan yang lebih baik, tanpa harus ada beban biaya yang tinggi," kata Marhadi.
Artikel Terkait
Jumaedi Achmad Tumbangkan Irfan, Duel Wartawan Warnai Turnamen Catur PWI Tangsel Jelang PORPROV VII Banten 2026
Pilar Saga Tantang Ketua PWI Tangsel di Papan Catur, Ahmad Eko Nursanto Keluar Sebagai Pemenang
Sekolah Islam Pamulang Diduduki Puluhan Orang dan Dipasangi Kawat Berduri, Yayasan Soroti Dugaan Aksi Premanisme
TIM HUKUM: Fauzan Fadel Muhammad Jadi Korban Framing, Fakta Perkara PT GME Kini Dibuka
Konflik Lahan Legok Memanas, Komisi II DPR Beri Waktu 30 Hari untuk Cari Jalan Keluar