Pengembang Akan Diberi Sanksi
Terkait penyempitan kali yang berdampak banjir, Pilar menegaskan Pemkot Tangsel tidak akan ragu menindak pengembang yang masih aktif dan terbukti melanggar.
“Kalau pengembang yang masih ada seperti BSD, Alam Sutera, atau Bintaro, kalau menyalahi tentu kita beri sanksi. Kalau tidak dilakukan, izin tidak akan kita keluarkan lagi,” tegas Pilar.
Namun, ia mengakui tantangan terbesar datang dari perumahan lama yang pengembangnya sudah tidak ada.
“Banyak titik banjir itu muncul di perumahan lama, pengembangnya sudah tidak ada. Tapi bagaimanapun itu tanggung jawab Pemkot karena wilayah dan masyarakatnya adalah warga Tangsel,” ujarnya.
Kesehatan Jadi Fokus Menghadapi Musim Penyakit
Selain banjir dan sampah, Pilar menekankan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius, terutama menghadapi potensi peningkatan penyakit musiman.
“Kita juga mendorong penguatan fasilitas kesehatan. Jangan sampai masuk musim pancaroba atau kemarau, penyakit mulai muncul. Saya monitor ada flu terbaru yang sudah masuk, bahkan di Tangsel ada warga yang terdampak,” jelasnya.
Harapan untuk Kapolres Baru
Dalam kesempatan itu, Pilar juga menyampaikan harapan kepada Kapolres Tangsel yang baru, AKBP Boy, agar kolaborasi antara Pemkot dan Polres semakin solid.
“Saya harap Pak Boy sukses mengemban amanah. Di era Pak Victor, kita bisa bekerja sama dengan sangat kondusif, efektif, mulai dari penertiban aset, premanisme, sampai tawuran,” katanya.
Menurut Pilar, keamanan dan kondusivitas wilayah menjadi kunci bagi pertumbuhan investasi dan kenyamanan masyarakat.
Artikel Terkait
Bukan Rp150 Juta, Terungkap Pembuatan Sumur Bor di Aceh dengan Biaya Rp15 Juta yang Kedalaman Mencapai 89 Meter
Pemkot Tangsel Berikan Diskon PBB-P2 Awal Tahun 2026, Berlaku hingga 30 Juni
Bantah Dakwaan Rp809 Miliar di Skandal Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim: Tak Ada Uang Masuk ke Saya
Program “Ngontenin Tangsel” Berlanjut dengan Hadiah Lebih Menarik
Ngontenin Tangsel Dinilai Salah Arah di Tengah Krisis Kota