Ciputat, bidiktangsel.com — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam mempercepat penanganan banjir, darurat sampah, dan layanan kesehatan sebagai prioritas utama dalam beberapa bulan ke depan.
Hal itu disampaikan Pilar saat wawancara doorstep usai menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Tangerang Selatan, Rabu malam (7/1/2025), di Lantai 4 Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel.
Pilar mengatakan, untuk persoalan sampah, Pemkot Tangsel tengah mematangkan persiapan pembangunan Material Recovery Facility (MRF) di TPA Cipeucang, sekaligus mendorong solusi jangka panjang melalui penguatan infrastruktur pengolahan sampah.
Baca Juga: Darurat Sampah Tangsel Diperpanjang, Benyamin Tegaskan Fokus Angkut Sampah hingga Penegakan Hukum
“Untuk sampah, kita sambil menyiapkan MRF di TPA Cipeucang. Ini bagian dari solusi jangka menengah dan panjang agar persoalan sampah bisa ditangani lebih sistematis,” ujar Pilar.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya sekolah dan penanganan banjir.
“Yang menjadi prioritas itu yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, seperti sekolah untuk anak-anak dan penanganan banjir. Jangan sampai masuk musim hujan masih ada sisa-sisa titik banjir yang belum tertangani,” tegasnya.
Baca Juga: Pengamat: Nongkrong di Kantin Saat Jam Kerja Cermin Lemahnya Etos Disiplin ASN
Titik Banjir Menurun, Tapi Belum Tuntas
Pilar mengakui, meski kondisi banjir di Tangsel menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih terdapat sejumlah titik yang belum sepenuhnya tuntas.
“Saya bandingkan sejak 2021 saat pertama menjabat Wakil Wali Kota, kondisinya jauh menurun. Saya tanya langsung masyarakat, seperti di BPI, La Verde, Pondok Prima, memang jauh lebih baik, walaupun masih ada beberapa titik yang belum selesai,” ungkapnya.
Beberapa wilayah seperti Pondok Aren, Japos, dan kawasan perbatasan dengan Kota Tangerang disebut masih menghadapi tantangan, terutama akibat penyempitan sungai dan anak kali yang alirannya lintas wilayah.
“Permasalahan banjir ini kan mengalir antarwilayah. Harapannya setelah Tangsel beres, persoalan di wilayah perbatasan juga bisa ditangani bersama,” katanya.
Artikel Terkait
Bukan Rp150 Juta, Terungkap Pembuatan Sumur Bor di Aceh dengan Biaya Rp15 Juta yang Kedalaman Mencapai 89 Meter
Pemkot Tangsel Berikan Diskon PBB-P2 Awal Tahun 2026, Berlaku hingga 30 Juni
Bantah Dakwaan Rp809 Miliar di Skandal Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim: Tak Ada Uang Masuk ke Saya
Program “Ngontenin Tangsel” Berlanjut dengan Hadiah Lebih Menarik
Ngontenin Tangsel Dinilai Salah Arah di Tengah Krisis Kota