Baca Juga: Mendagri Tito: Daerah Harus Efisien Kelola Anggaran, Bukan Sekadar Keluhkan Penurunan TKD
Moderator acara, Hadi Sastra, menambahkan bahwa Gema Sastra bukan hanya ajang seremonial, tetapi momentum untuk membedah karya, berdiskusi, dan menumbuhkan kembali apresiasi terhadap dunia kepenulisan di Tangsel.
“Kami ingin Tangsel menjadi kota yang hidup dengan budaya dan sastra. Semangat ini kami bawa bersama-sama agar lahir penulis dan sastrawan baru dari kalangan muda,” ujarnya.
Kegiatan yang juga didukung oleh Balai Bahasa Provinsi Banten ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pembacaan karya sastra oleh para peserta.
Kegiatan “Gema Sastra” juga diwarnai dengan pembacaan puisi oleh Narisa, alumni SMPN 8 Tangsel, yang memukau peserta dengan pembacaan puisinya yang penuh penghayatan. Penampilan musikalisasi puisi oleh Rafi turut memperkaya suasana.
Melalui gelaran Gema Sastra Bulan Bahasa, para penggiat seni dan budaya berharap dapat menyalakan kembali api literasi di Tangerang Selatan serta menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya melalui tulisan dan karya seni.
(***)
Artikel Terkait
Disnaker Tangsel Luncurkan Portal “ANGGUR”: Solusi Digital Cegah Pengangguran Lewat #CariKerjaDisiniAja
Aliansi Pemuda Pamulang Permai Dukung Pemagaran Jalur Pipa Gas Pertamina Demi Keamanan Warga
Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Serang dan BBPVP Serang Sepakat Perkuat Pelatihan dan Penempatan Kerja
PT Lambok Ulina Kembali Menangi Proyek di Banten Meski Pernah Disanksi KPPU
Tito Karnavian Ungkap Dua Penyebab Data Keuangan Pemda di BI dan Kemendagri Beda Rp18 Triliun