Baca Juga: Walikota Tangsel Berlindung di Balik LHP BPK, Padahal Audit Hanya Sampling
Apsari menyebut pihaknya aktif melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Goes to Campus, hingga penyuluhan hukum di madrasah dan SMA sebagai bagian dari upaya preventif.
Di sisi lain, Apsari menampik anggapan bahwa kejaksaan tidak bekerja dalam kasus-kasus besar di Tangsel. Ia meminta publik menilai berdasarkan data dan hasil kerja nyata.
“Jangan prejudice. Kami terbuka. Kalau ada data atau temuan, tolong sampaikan ke kami agar bisa ditindaklanjuti. Selama setahun bertugas di Tangsel, banyak kasus yang sudah kami tangani, termasuk pidana umum dan perlindungan anak yang menjadi konsen utama saya,” tegasnya.
Aksi mahasiswa di Kejari Tangsel ini menambah daftar panjang gelombang kritik terhadap lembaga penegak hukum.
Meski demikian, Kajari Apsari Dewi menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjaga integritas serta memperkuat komunikasi publik agar kinerja kejaksaan dapat lebih dipahami masyarakat.
(***)
Artikel Terkait
Benyamin Ngeles Ketika Ditanya Terkait APBD Tangsel 2024, Realisasi Dipertanyakan
Benyamin Ingatkan ASN Tangsel untuk Jadi Teladan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila
SPBU Swasta Batal Beli BBM dari Pertamina, Masih Buntu Meski Sempat Diklaim Bahlil Ada Kesepakatan
Dilema Rokok untuk Ekonomi dan Kesehatan, Menkeu Purbaya Pilih Beri Tantangan Balik Begini
BGN dan BPOM Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Keracunan MBG, SPPG Tak Patuh SOP Diklaim Jadi Biangg Keladi