Baca Juga: Bupati Ratu Zakiyah Dorong Desa Domas jadi Kampung Nelayan Merah Putih
“Banjir yang datang ke wilayah kami bukan berasal dari kami sendiri. Kami sudah mengundang perwakilan RW lain yang menjadi penyumbang air, tapi sayangnya tidak semua hadir,” ungkap salah seorang perwakilan satgas banjir.
Ia juga menyebutkan bahwa pihak Bintaro sebagai daerah hilir memiliki hitungan dampak komersial terhadap lahan yang seharusnya bisa digunakan sebagai pembuangan air, sehingga menambah kompleksitas masalah.
Komitmen Partisipatif dan Keterbukaan
Diskusi warga ini ditutup dengan kesepakatan bahwa pelaksanaan proyek harus tetap menjunjung asas keterbukaan, efisiensi, dan keselamatan. Warga akan membuat tim pemantau informal bersama ketua RW dan pelaksana teknis di lapangan.
“Kami bukan mencari kesalahan, tapi ingin memastikan proyek ini membawa manfaat bagi lingkungan. Kami ingin proyek ini menjadi solusi, bukan menambah masalah,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Proyek long storage di Pondok Pucung menjadi contoh nyata pentingnya partisipasi publik dalam proyek infrastruktur.
Dengan komunikasi yang terbuka antara warga, kontraktor, dan konsultan, diharapkan proyek ini tak hanya selesai tepat waktu, tapi juga efektif mengurangi risiko banjir. (***)
Artikel Terkait
Nasib 6.139 PPPK Tangsel: Antara Harapan Pengakuan dan Tantangan Keadilan
BPK Temukan 209 Unit Aset Hilang, Sekretariat Daerah Tangsel Jadi Sorotan: Potensi Kerugian Capai Rp1,99 Miliar
Warga Sekitar SMAN 3 Tangsel Demo Damai Tuntut Keadilan Penerimaan SPMB Online 2025
PWI Tangsel Rayakan HUT Bhayangkara Ke-79, Perkuat Sinergitas dengan Polres Tangerang Selatan
Kanwil DJP Banten dan Gubernur Andra Soni Sinergi Gali Potensi Ekonomi Daerah