Hal ini senada dengan kebutuhan warga Tangsel akan transportasi penghubung yang efisien, terlebih dalam menghadapi tantangan kemacetan dan pertumbuhan urbanisasi yang pesat.
Implementasi Bertahap dan Belajar dari Jakarta
Pemkot Tangsel menargetkan pengaktifan trayek dilakukan secara bertahap mulai 2025 dan akan terus berkembang beberapa tahun ke depan.
Proses ini akan menggandeng perusahaan transportasi berpengalaman di Indonesia untuk memastikan kualitas layanan.
"Kami belajar banyak dari kesuksesan TransJakarta dan Jak Lingko yang telah melayani jutaan penumpang di wilayah DKI Jakarta," tulis Pilar.
Dengan mencontoh sistem integrasi dan efisiensi layanan transportasi Jakarta, Tangsel diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi publik yang setara secara kualitas, namun tetap sesuai dengan kebutuhan lokal.
Menuju Transportasi Publik Terintegrasi dan Berkualitas
Pemerintah berharap transformasi ini dapat mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berbasis kepuasan pelanggan.
"Semoga dalam periode ini, transportasi publik Tangsel bisa terintegrasi dengan baik dengan pelayanan yang optimal, berdasarkan prinsip pelayanan publik yang berkualitas," tutup Pilar dalam unggahannya.
(***)
Artikel Terkait
Pemkot Tangsel Tertibkan 40 Bangunan Liar di Kawasan Roxy Ciputat, Disinyalir Jadi Sarang Prostitusi dan Narkoba
Anggota DPRD PSI Tangsel Tunjukkan Perhatian Penuh dalam Penertiban Lahan Hiburan di Roxi Ciputat
Pemkot Tangsel Raih WTP ke-13, Bambang Noertjahjo: Ini Bukti Komitmen Bersama Eksekutif dan Legislatif
Sertijab Tiga Pejabat Polres Tangsel, Kapolres: Mutasi Adalah Dinamika Pengembangan Karier
Penjualan Mobil Hybrid Melemah di Mei 2025, Dominasi Zenix Soroti Ketimpangan Pasar