“Kami ingin anak-anak bisa belajar langsung dari alam, mengenal pentingnya menjaga ekosistem, serta merasakan bahwa bertani dan beternak itu menyenangkan dan menjanjikan,” jelasnya.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Banyak dari mereka kini terlibat sebagai pekerja harian maupun mitra usaha kecil di sekitar area tersebut.
Ke depan, Hari Rahmat berharap lahan ini bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain. Ia membuka diri terhadap kolaborasi dengan instansi pemerintah, sekolah, dan komunitas untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat edukasi dan pelatihan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangsel Panggil Pihak Sekolah Terkait Kasus Pencabulan di SMK Swasta Ciputat
“Kalau kita ingin Indonesia kuat, salah satu fondasinya adalah pangan yang mandiri dan lestari. Kita mulai dari langkah kecil, dari tempat kita sendiri,” tutupnya. (***)
Artikel Terkait
Mengungkap Tabir Korupsi di DLHK Tangsel: Dua Tersangka Diperiksa, Penyidik Dalami Aliran Dana dan Keterlibatan Pihak Lain
Blenix Network Jajaki Kolaborasi R&D AI dengan Universitas Telkom: Langkah Strategis Menuju Ekosistem AI Global
Duta Baca Masuk Sekolah, Strategi Efektif Perpusnas untuk Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini
Pemprov Banten Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Pendekatan Terintegrasi
Kuasa Hukum Kecewa: Dugaan Penghalangan Aksi Solidaritas di SMK Waskito Ciputat