Kuasa Hukum Kecewa: Dugaan Penghalangan Aksi Solidaritas di SMK Waskito Ciputat

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 9 Mei 2025 | 12:30 WIB

Tangerang Selatan – Kasus dugaan kekerasan seksual di SMK Waskito, Ciputat, kembali menuai sorotan publik.

Kali ini, kuasa hukum korban menyuarakan kekecewaan mendalam atas dugaan penghalangan terhadap aksi solidaritas yang dilakukan oleh para siswa.

Hamim, kuasa hukum korban kekerasan seksual di SMK Waskito, mengungkapkan bahwa pihak sekolah diduga telah melarang dua siswa yang merupakan korban untuk ikut serta dalam aksi solidaritas yang digelar oleh teman-teman mereka. 

Baca Juga: Pemprov Banten Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Pendekatan Terintegrasi

Aksi tersebut bertujuan menunjukkan dukungan moral serta menuntut keadilan bagi para korban.

“Pelarangan ini adalah bentuk pembungkaman terhadap hak konstitusional anak untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar Hamim dalam keterangan pers, Kamis (8/5).

Lebih lanjut, Hamim mengungkap bahwa para siswa yang mengikuti aksi solidaritas sebelumnya dipanggil oleh kepala sekolah.

Bahkan, pihak sekolah diduga melakukan pemeriksaan terhadap ponsel siswa, dengan maksud mencari serta menghapus dokumentasi aksi dalam bentuk video dan foto.

Baca Juga: Duta Baca Masuk Sekolah, Strategi Efektif Perpusnas untuk Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini

Tindakan tersebut, menurut Hamim, mengarah pada intimidasi terhadap siswa dan menunjukkan sikap represif yang tidak sejalan dengan prinsip perlindungan anak.

"Pagi ini bahkan aksi kembali direncanakan, tetapi kepala sekolah langsung menghalangi. Saya mendapat informasi bahwa ada ancaman dari pihak sekolah bahwa siswa bisa ditangkap polisi jika tetap ikut aksi. Ini jelas menimbulkan ketakutan," ungkapnya.

Hamim juga mengaku menerima laporan bahwa ada sejumlah anggota TNI dan Polri yang hadir di lingkungan sekolah pagi tadi.

Baca Juga: Blenix Network Jajaki Kolaborasi R&D AI dengan Universitas Telkom: Langkah Strategis Menuju Ekosistem AI Global

Meskipun belum diketahui secara pasti apa tujuan kehadiran aparat, keberadaan mereka menambah tekanan psikologis bagi siswa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X