Serpong, bidiktangsel.com – Di balik kesibukannya sebagai Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Tangerang Selatan, AKP Hari Rahmat membuktikan bahwa kontribusi terhadap ketahanan pangan bukan sekadar wacana.
Berbekal semangat inovasi dan kepedulian sosial, ia menyulap lahan tidur seluas tiga hektare di Kelurahan Rawa Mekarjaya, Serpong, menjadi sentra pertanian terpadu yang produktif dan bernilai edukatif.
Baca Juga: Tragedi di Apartemen: Seorang Pria Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Lahan yang sebelumnya tidak terurus itu kini menjadi rumah bagi kolam-kolam pembesaran ikan lele, kebun jagung yang hijau subur, barisan tanaman anggur yang menjanjikan panen buah berkualitas, serta sebuah aviary yang menyimpan berbagai jenis unggas sebagai sarana pembelajaran dan konservasi.
“Ini adalah bentuk kecil dari kontribusi saya untuk masyarakat dan ketahanan pangan nasional. Kami ingin membuktikan bahwa siapa pun bisa mulai dari lahan kosong dan menjadikannya sumber manfaat, asal ada kemauan dan kerja nyata,” ujar Hari Rahmat saat ditemui dalam acara panen raya ikan lele yang digelar pada Minggu (11/5).
Model integrasi antara perikanan dan pertanian ini tidak hanya menghadirkan hasil panen yang beragam, tetapi juga menciptakan sistem yang saling mendukung.
Baca Juga: Cerita Haru Penjual Bakso Asal Rembang Naik Haji 2025: 27 Tahun Menabung dari Gerobak ke Tanah Suci
Air bekas budidaya lele yang kaya nutrisi dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman jagung dan anggur, sebuah teknik berkelanjutan yang minim limbah dan ramah lingkungan.
Menurut Hari Rahmat, pemilihan komoditas tersebut didasarkan pada kebutuhan pangan lokal dan peluang pasar yang masih terbuka lebar. Lele menjadi pilihan utama karena permintaan yang tinggi dan waktu panen yang relatif singkat.
Jagung berfungsi sebagai tanaman pokok dan pakan ternak, sementara anggur menjadi simbol nilai tambah dan estetika kawasan.
Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Halal Bihalal Bakor Paliko 2025
Tak sekadar tempat produksi, lahan ini juga dirancang sebagai ruang belajar terbuka.
Aviary yang dibangun di salah satu sudut lahan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelajar dan keluarga yang ingin mengenal lebih dekat dunia unggas.
Beberapa spesies burung lokal dan eksotis ditangkarkan di sini dalam kandang semi-alami.
Artikel Terkait
Mengungkap Tabir Korupsi di DLHK Tangsel: Dua Tersangka Diperiksa, Penyidik Dalami Aliran Dana dan Keterlibatan Pihak Lain
Blenix Network Jajaki Kolaborasi R&D AI dengan Universitas Telkom: Langkah Strategis Menuju Ekosistem AI Global
Duta Baca Masuk Sekolah, Strategi Efektif Perpusnas untuk Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini
Pemprov Banten Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Pendekatan Terintegrasi
Kuasa Hukum Kecewa: Dugaan Penghalangan Aksi Solidaritas di SMK Waskito Ciputat