Baca Juga: Pemkab Serang Peringati Hari Kartini, Asda III Ida Nuraida Ajak Perempuan Terus Berkarya dan Berdaya
“Kita ingin menyelamatkan kawasan dari banjir, tapi kalau masyarakat masih keras menolak solusi teknis seperti pembebasan lahan atau relokasi, maka akan sulit mengatasi banjir,” ujarnya.
Menurut Linda, saat ini tidak bisa lagi hanya saling menyalahkan. Semua pihak – baik warga, pengembang, maupun pemerintah – harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik.
“Ini bukan soal siapa yang salah, tapi bagaimana kita bisa selesaikan masalah ini. Duduk bersama, koordinasi, dan buka semua data dan izin secara transparan,” serunya.
Baca Juga: PNS Kota Tangsel Resah, TPP Desember 2024 Belum Dibayar, Pemkot Diminta Segera Bertindak
Ia mengungkapkan bahwa telah ada komunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perumahan yang berada di sekitar lokasi banjir.
“Saya minta pihak-pihak yang membangun di sekitar jalur air duduk bareng dengan Pemkot dan warga. Supaya aliran air bisa diatur, drainase dibenahi, dan jangan ada lagi penyempitan tanpa kajian,” ucap Linda.
Kondisi banjir di kawasan padat penduduk seperti Sawah Lama memang menuntut keberanian dalam mengambil keputusan. Termasuk bila perlu adanya pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir secara komprehensif.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Dorong Efisiensi, Benyamin Ajak UMKM Terus Berinovasi dan Manfaatkan Fasilitas
Solusi setengah hati, atau saling lempar tanggung jawab, hanya akan memperpanjang penderitaan warga. Perlu ada kesadaran bersama bahwa persoalan banjir ini adalah masalah bersama yang butuh gotong royong, bukan ego sektoral.
Dalam konteks ini, peran wakil rakyat seperti Linda Eviyanti menjadi krusial. Bukan hanya sebagai penyambung aspirasi, tetapi juga sebagai jembatan dialog lintas pihak, agar persoalan banjir ini tidak lagi menjadi langganan tahunan warga Sawah Lama.
Masyarakat berhak atas lingkungan yang aman dari banjir. Namun, hak itu juga menuntut partisipasi aktif warga dalam solusi.
Baca Juga: Warga Ciputat Antusias Nikmati Trotoar Baru di Pasar Ciputat pada Malam Minggu
Menolak tanpa alternatif, hanya akan memperpanjang genangan. Sudah saatnya semua pihak duduk bersama, karena solusi hanya bisa lahir dari kolaborasi, bukan dari saling menyalahkan. (***)
Artikel Terkait
Bupati Tangerang Gelar Dialog Bersama Pelaku Usaha Penggilingan Padi, Bahas Stabilitas Harga dan Penyerapan Gabah
Pemprov Banten Bongkar Sisa Pagar Laut di Desa Kohod, Libatkan 111 Personel Gabungan
Perkuat Peran Daerah, OJK Kukuhkan Edwin Nurhadi Sebagai Kepala OJK Jabodebek yang Baru
Porprov 2026 di Tangsel Diupayakan Efisien Tanpa Mengurangi Kualitas, Sekda: Tak Perlu Bangun Venue Baru Puluhan Miliar
Warga Ciputat Antusias Nikmati Trotoar Baru di Pasar Ciputat pada Malam Minggu