Bupati Tangerang Gelar Dialog Bersama Pelaku Usaha Penggilingan Padi, Bahas Stabilitas Harga dan Penyerapan Gabah

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 18 April 2025 | 20:11 WIB
Dialog antara Bupati Tangerang dengan para pelaku usaha penggilingan padi
Dialog antara Bupati Tangerang dengan para pelaku usaha penggilingan padi

Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya menjaga kestabilan harga gabah demi mendukung kesejahteraan petani dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Hal ini terungkap dalam dialog antara Bupati Tangerang dengan para pelaku usaha penggilingan padi yang digelar bersama Jaringan Pelaku Usaha Penggilingan Padi (JPKAPEB) dan Perhimpunan Daerah Penggilingan Padi (Perdapor) Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Anggota DPRD Tangsel dari PSI Desak Satpol PP Tegas Tegakkan Perda Ketertiban Umum

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mendorong sinergi antara penggilingan padi, petani, dan pelaku distribusi agar tercipta ekosistem usaha tani yang saling menguntungkan.

“Alhamdulillah, saat ini terdapat 411 unit Rice Milling Unit (RMU) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang dan semuanya berperan aktif dalam menyerap gabah dari petani. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan harga di tingkat petani,” ujar Asep.

Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium di pasaran mencapai sekitar Rp12.500 per kilogram, dan untuk beras premium berkisar Rp14.000 per kilogram.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Penyelenggara Statistik Sektoral Terbaik III se-Provinsi Banten

Asep juga menambahkan bahwa sinergitas antara pemerintah daerah, penggilingan padi, dan petani sangat penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan di wilayah Jabodetabek, tanpa ada pihak yang dirugikan.

“Kami ingin membangun kekuatan bersama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Tujuannya jelas, agar petani sejahtera, pelaku usaha penggilingan tetap berjalan, dan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar,” jelasnya.

Melalui dialog ini, diharapkan koordinasi antar pelaku dalam rantai pasok pertanian semakin solid, serta mampu menjawab tantangan fluktuasi harga dan kualitas gabah di lapangan.

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Pertama yang Diterima Negosiasi Tarif Impor, AS Tanggapi Positif dan Sepakat Rampungkan Pembahasan dalam 60 Hari

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan memperkuat kolaborasi demi tercapainya kemandirian dan ketahanan pangan daerah.

(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X