Indonesia Jadi Negara Pertama yang Diterima Negosiasi Tarif Impor, AS Tanggapi Positif dan Sepakat Rampungkan Pembahasan dalam 60 Hari

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 18 April 2025 | 12:54 WIB
Negosiasi tarif impor oleh pemerintah AS, di tengah kebijakan resiprokal yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Negosiasi tarif impor oleh pemerintah AS, di tengah kebijakan resiprokal yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

Washington DC — Hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru yang menjanjikan.

Dalam konferensi pers daring pada Jumat (18/4), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang diterima untuk melakukan negosiasi tarif impor oleh pemerintah AS, di tengah kebijakan resiprokal yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

Airlangga menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati format dan ruang lingkup (scoping) perjanjian kerja sama, termasuk mencakup kemitraan di bidang perdagangan dan investasi, sektor mineral strategis, serta penguatan koridor rantai pasok yang tangguh dan andal.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Jadi Rujukan Nasional dalam Penataan Kabel FO, Pemkot Tangerang Ikut Belajar

“Format dari framework perjanjian tersebut sudah disepakati. Ini mencakup kemitraan perdagangan, investasi, mineral penting, dan rantai pasok yang memiliki resilience tinggi,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan pendekatan aktif kepada pejabat tinggi AS, termasuk pertemuan daring dengan Secretary of Commerce AS, Howard Lutnick.

Dalam komunikasi tersebut, pemerintah AS memberikan respons positif atas usulan dari Indonesia dan menyatakan komitmennya untuk menuntaskan negosiasi dalam kurun waktu 60 hari ke depan.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Gencarkan Program Pengendalian Banjir Terpadu di Komplek Maharta Pondok Aren

"AS memberikan tanggapan yang sangat positif. Mereka menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti pembahasan teknis secara intensif demi menemukan solusi yang saling menguntungkan," tambahnya.

Dalam pertemuan itu, terungkap pula bahwa selain Indonesia, negara lain seperti Vietnam, Jepang, dan Italia juga telah menjalin komunikasi dengan AS terkait isu serupa.

Namun, Indonesia menjadi negara pertama yang diberikan kesempatan konkret untuk memulai proses negosiasi resmi.

Baca Juga: ASN Disdukcapil Tangsel Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi di Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Bertambah

Sebagai bagian dari negosiasi, pemerintah Indonesia mengusulkan peningkatan pembelian energi dari AS, termasuk LPG, crude oil, dan gasoline.

Selain itu, Indonesia juga berkomitmen meningkatkan impor produk agrikultur seperti gandum, kedelai, dan susu kedelai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X