Korupsi dan Lemahnya Pengawasan Anggaran
Dalam isu tata kelola keuangan daerah, FBSB menilai masih banyak dugaan korupsi proyek infrastruktur dan pengadaan barang/jasa di Banten yang belum diusut tuntas.
Forum mendesak Presiden agar menugaskan KPK dan Kejaksaan Agung melakukan audit forensik terhadap penggunaan APBD di seluruh kabupaten/kota, serta memastikan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Selain itu, FBSB mendorong penerapan transparansi e-budgeting dan peningkatan partisipasi publik dalam pengawasan anggaran daerah.
Baca Juga: Air Kali Rawa Buntu Serpong Mendadak Memerah, DLH Tangsel Ambil Sampel untuk Uji Laboratorium
Kesejahteraan Rakyat dan Ketimpangan Wilayah
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2025 mencatat tingkat kemiskinan Provinsi Banten sebesar 5,63 persen atau sekitar 772.780 jiwa.
Meski menurun dari tahun sebelumnya, kesenjangan kesejahteraan masih tinggi, terutama di wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang yang tertinggal dalam akses air bersih, listrik, dan infrastruktur dasar.
FBSB meminta pemerintah pusat menjalankan program afirmatif untuk wilayah selatan Banten, berupa pembangunan padat karya, perbaikan layanan dasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: Di Tengah Guyuran Hujan, Gubernur Banten Andra Soni Beri Pesan Menyentuh ke Peserta Kemah Kebangsaan
Lima Tuntutan Utama kepada Presiden Republik Indonesia
Dalam pernyataan resmi, FBSB menyampaikan lima tuntutan utama:
- Membentuk Tim Investigasi Khusus Banten lintas kementerian (KLH, BAPETEN, BRIN, ATR/BPN, KPK, Kejagung) untuk menindaklanjuti kasus lingkungan dan korupsi.
- Mengumumkan hasil penyidikan kasus PT Indah Kiat Pulp & Paper dan radioaktif Cikande secara terbuka.
- Mengawal kasasi Situ Ranca Gede hingga tuntas dengan berpihak pada kepentingan publik.
- Menegakkan moratorium konversi lahan pertanian strategis serta memperketat pengawasan tata ruang daerah.
- Mempercepat penegakan hukum korupsi dan pemulihan lingkungan di Banten secara transparan dan akuntabel.
Forum Siap Serahkan Data dan Bukti Lapangan
Forum Bersama Sipil Banten menegaskan komitmennya untuk mendukung reformasi tata kelola daerah dengan menyerahkan data, bukti lapangan, dan hasil kajian masyarakat sipil kepada pemerintah pusat.
Artikel Terkait
Di Balik Praperadilan Nadiem Makarim, Ada Harapan Bebas dan Bayang-bayang Jeratan Korupsi
Bayang-bayang Paparan Radioaktif Cs-137 di Cikande, Telisik Akar Masalah Demi Jawab Keresahan Warga
Bukti Komitmen Jaga Masyarakat Sehat, Pemkot Tangsel Raih Empat Penghargaan Bidang Stunting, TBC, dan Kesehatan
HUT ke-25 Provinsi Banten Dimeriahkan Festival Kuliner Gratis, Gubernur Andra Soni Nikmati Laksa Tangerang
Pertarungan Pilpres-Pileg Berimbas ke Pemilihan Ketua Kadin Tangsel: Adu Strategi Kader Partai dan Harapan Pengusaha Lokal