Air Kali Rawa Buntu Serpong Mendadak Memerah, DLH Tangsel Ambil Sampel untuk Uji Laboratorium

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 6 Oktober 2025 | 14:26 WIB
Kepala Bidang Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan DLH Tangsel, Carsono, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air
Kepala Bidang Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan DLH Tangsel, Carsono, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air

Serpong, bidiktangsel.com - Warga di sekitar Kali Rawa Buntu, Serpong, dibuat heboh dengan fenomena tidak biasa pada Sabtu (4/10/2025), ketika aliran air kali tersebut tiba-tiba berubah warna menjadi merah.

Kejadian ini viral di berbagai platform media sosial dan memicu kekhawatiran adanya pencemaran lingkungan di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. 

Baca Juga: Di Tengah Guyuran Hujan, Gubernur Banten Andra Soni Beri Pesan Menyentuh ke Peserta Kemah Kebangsaan

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan DLH Tangsel, Carsono, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air pada Senin (6/10/2025) guna dilakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab perubahan warna air tersebut.

“Kami datang bersama tim dari laboratorium untuk mengambil sampel. Namun saat diambil, warna merah itu sudah tidak muncul lagi. Jadi, kami belum bisa mendefinisikan secara ilmiah penyebabnya,” jelas Carsono di lokasi pengambilan sampel.

Carsono menyebut, berdasarkan penelusuran sementara dan keterangan warga, indikasi pencemaran dari industri tekstil tidak ditemukan karena di area hulu tidak terdapat pabrik tekstil. 

Baca Juga: Aliansi Tangerang Raya Akan Laporkan Kasus Korupsi Jalan Ciater Raya ke Kejati Banten

Namun, pihaknya menemukan adanya aktivitas ternak ikan koi dan perumahan di sekitar aliran sungai yang kemungkinan menjadi salah satu sumber limbah, meskipun belum dapat dipastikan secara pasti.

“Sumber keluarnya air berwarna merah ini dari gorong-gorong, sehingga sulit mendeteksi asal muasalnya apakah dari hulu, tandon, atau perumahan. Dari pengecekan ke tandon dan perumahan sejauh ini tidak ditemukan sumber warna tersebut,” ujar Carsono.

Fenomena air memerah itu sendiri hanya berlangsung sesaat dan tidak lagi terlihat saat tim DLH tiba di lokasi. 

Baca Juga: Pertarungan Pilpres-Pileg Berimbas ke Pemilihan Ketua Kadin Tangsel: Adu Strategi Kader Partai dan Harapan Pengusaha Lokal

Menurut Carsono, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya pada 2019, tepatnya di Kali Jaletreng, akibat kebocoran zat kaporit yang menyebabkan ikan mati massal.

Namun, di Kali Rawa Buntu kali ini tidak ditemukan indikasi kematian ikan secara masif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X