Pengukuhan PWI Persatuan Digelar di Monumen Pers Nasional Surakarta

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 17:44 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid menilai pengukuhan PWI Persatuan di Monumen Pers Nasional memiliki makna simbolis bagi perjalanan sejarah pers Indonesia.
Menkomdigi Meutya Hafid menilai pengukuhan PWI Persatuan di Monumen Pers Nasional memiliki makna simbolis bagi perjalanan sejarah pers Indonesia.

Surakarta, bidiktangsel.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi dikukuhkan di Gedung Monumen Pers Indonesia, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (4/10). 

Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, terhadap 134 pengurus PWI Pusat, disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

Dalam sambutannya, Akhmad Munir yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LKBN Antara menegaskan bahwa persatuan menjadi kunci kebangkitan organisasi PWI setelah sempat berada di titik nadir akibat dualisme. 

Baca Juga: Kelurahan Jurang Mangu Timur Raih Peacemaker Justice Award 2025 dari Kemenkumham

Ia menilai, hasil kongres di Cikarang pada 30 Agustus 2025 menjadi momentum penting kebangkitan PWI.

“Tanpa persatuan, organisasi PWI lumpuh. Dengan persatuan, PWI kini bisa kembali berperan menjaga martabat pers Indonesia,” ujar Munir dalam pidatonya.

Munir menambahkan, PWI memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan kehidupan pers yang merdeka, profesional, dan bermartabat sesuai dengan kode etik jurnalistik.

“Keberadaan saudara-saudara sekalian dalam kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia melalui proses yang selektif dan dipercaya mampu mengemban misi tersebut,” tegasnya.

Baca Juga: DJP Banten Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Business Development Services 2025

Sementara itu, Menkomdigi Meutya Hafid menilai pengukuhan PWI Persatuan di Monumen Pers Nasional memiliki makna simbolis bagi perjalanan sejarah pers Indonesia. Ia menyebut momentum ini sebagai “cahaya kebenaran” bagi masa depan pers yang bersatu dan independen.

“Pengukuhan ini menegaskan kembali arti penting pers bagi cahaya kebenaran dan persatuan bangsa,” ujar Meutya.

Meutya juga menceritakan pengalamannya saat baru dilantik menjadi menteri, di mana sejumlah senior wartawan mendatanginya untuk membahas penyatuan PWI yang sempat terpecah.

Baca Juga: Hari Jadi ke-499 Kabupaten Serang, Bupati Ratu Zakiyah Salurkan Ratusan Paket Sembako

“Karena saya dulunya wartawan, waktu kedatangan senior-senior itu agak ndredek-ndredeknya. Mereka membicarakan bagaimana menyatukan PWI,” katanya dengan senyum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X