Usai pertemuan, rombongan yang terdiri dari Gubernur Banten, Menteri P2MI, Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan peninjauan langsung ke gedung-gedung workshop pelatihan dan asrama peserta.
Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pelatihan yang memadai, inklusif, dan terintegrasi.
BLK UPTD Latker Disnakertrans Provinsi Banten diharapkan dapat menjadi model percontohan pelatihan vokasi di tingkat nasional.
Sinergi antara Pemprov Banten dan BP2MI diharapkan dapat mempercepat proses sertifikasi kompetensi, yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam penempatan kerja tenaga migran.
Dengan sistem pelatihan yang terstandar dan dokumen yang lengkap, tenaga kerja asal Banten memiliki peluang lebih besar untuk terserap di pasar kerja luar negeri yang kompetitif. (***)
Artikel Terkait
Prabowo Yakin Danantara Bakal Kelola Aset hingga 1 Triliun USD: Strategi Besar Menuju Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pengelola Cordoba Harus Berkolaborasi Demi Pembenahan Kawasan Kuliner BSD
Jelang Purna Tugas, Ratu Tatu Chasanah Raih Apresiasi dari Serikat Buruh Kabupaten Serang
Gubernur Banten Andra Soni Tegaskan Komitmen Penataan Ruang Terpadu Demi Mitigasi Banjir
Xiaomi TV A Pro Series 2026 Siap Meluncur 5 Mei: Smart Living dan Pengalaman Menonton Imersif Kini Lebih Terjangkau