Tak heran bila saat panen raya itu Mbak Tutut terlihat sangat menikmati. Menikmati dialog dan percakapan dengan warga selama acara. Turut senang melihat wajah-wajah ceria penuh harapan dari para petani dan keluarganya di sawah tempat acara digelar.
Tampak jelas, ada saling isi kegembiraan pada panen raya itu. Para petani bahagia tak hanya karena hasil panennya, tetapi juga karena kehadiran Mbak Tutut. Sementara Mbak Tutut sendiri terlihat menyesap keceriaan warga yang menjadi atmosfer acara tersebut.
Sungguh beruntung, keduanya saling memberikan bahagia. Sebab bukankah agama juga menegaskan, salah satu amal ibadah yang sangat disenangi Tuhan dilakukan umatNya adalah manakala umatnya memasukkan kebahagiaan ke dalam hati sesama. []