Jakarta, bidiktangsel.com - Di usia 70 tahun yang tengah dijalaninya, bepergian jauh tentu sudah tak lagi terlalu menarik hati Siti Hardiyanti Rukmana.
Apalagi bila perjalanan itu dilakukan lewat transportasi darat, ke sebuah tempat yang jaraknya ratusan kilometer dari kediaman, tempat ia biasa bercengkerama dengan cucu-cucu di usia mereka yang lucu-lucu.
Namun tidak demikian buat Mbak Tutut, demikian putri pertama Presiden Soeharto itu biasa disapa. Barangkali benar, perjalanan yang bolak-balik memerlukan waktu dalam cakupan hari itu membuatnya berjarak dengan anak dan cucu.
Mungkin iya, waktunya untuk momong cucu dan memberikan kasih sayang serta atikan budi pekerti itu terkurangi.
Namun Mbak Tutut melihat lain. Di sana, pada rentang jarak ratusan kilometer itu ada sekian banyak warga masyarakat menunggu.
Mereka telah menyatakan rindu. Tak hanya untuk bertemu, karena seringkali pertemuan dirinya dengan warga itu menjadi tempat mereka mengadu.
Maka seperti sekian kali malam-malam terdahulu, Kamis malam 21 Maret lalu pun menjadi saksi tinggi dan dalamnya kepedulian Mbak Tutut untuk kemaslahatan negeri.