SERPONG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan pembangunan tujuh pos gizi pada 2026 untuk memperkuat pencegahan stunting dan meningkatkan pemenuhan gizi ibu hamil serta anak-anak.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat meresmikan Pos Gizi Kepiting di RW 01, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Senin (19/10/2026), dalam rangkaian Peluncuran Pos Gizi Tahun 2026.
Pilar mengatakan, program pos gizi telah berjalan sejak 2023 dan kini menjangkau seluruh kecamatan di Kota Tangsel. Penambahan tujuh pos gizi pada 2026 diharapkan memperluas edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi.
Baca Juga: Nusron Wahid Dua Kali Absen dari Panggilan KPK, Imigrasi Ungkap Perjalanan ke Singapura dan Malaysia
“Jadi, program pos gizi ini sudah ada di semua kecamatan se-Tangsel. Program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2023. Pada 2026 ini, kita akan membangun tujuh pos gizi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi bagi anak maupun ibu hamil,” ujar Pilar.
Pos Gizi Jadi Sarana Pencegahan Stunting
Pos gizi tidak hanya berfungsi sebagai tempat edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pemberian makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan nutrisi.
Melalui program ini, kader kesehatan bersama tenaga medis diharapkan dapat menjangkau keluarga yang memerlukan pendampingan, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan periode pertumbuhan anak.
Pilar menegaskan, pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi salah satu aspek penting dalam pencegahan stunting. Periode ini dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, ketika pertumbuhan fisik dan perkembangan otak berlangsung pesat.
Baca Juga: Hyundai-Kia Pamer 200 Inovasi AI, Robot Mulai Ubah Wajah Pabrik Otomotif
Karena itu, menurut dia, keluarga perlu memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi, bukan sekadar jumlahnya. Pola konsumsi yang kurang memperhatikan kandungan gizi serta kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga perlu menjadi perhatian.
“Anak-anak kita harus mendapatkan makanan bergizi dan menerapkan pola hidup sehat supaya tumbuh kembangnya baik. Kalau anak-anak sehat, badannya kuat, dan otaknya cerdas, mereka akan lebih mudah menerima pelajaran di sekolah,” kata Pilar.
Pilar Minta Keluarga dan Kader Terlibat
Pilar mengajak masyarakat memanfaatkan keberadaan pos gizi untuk memperoleh informasi kesehatan sekaligus berkonsultasi ketika menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Artikel Terkait
Kabut Asap Karhutla Ganggu 29 Bandara, 2.458 Penerbangan Terdampak: Penumpang Diminta Waspada
BEI Berlakukan ARB 7% Mulai Hari Ini, Investor Wajib Pahami Dampaknya terhadap Saham
8 Pemain Keturunan Eropa Dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Target Piala Dunia 2030 Jadi Sorotan
Pascaledakan Gas 52 Kg di Pasar Cimanggis Tangsel, Pilar Saga Sebut Sejumlah Ruko Terancam Dibongkar
Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dua Titik Beton Rusak Tangsel Diperbaiki