Baca Juga: Karhutla Arjuno-Welirang Meluas ke 4 Wilayah, 70 Titik Api Masih Terdeteksi
Ia menekankan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, keluarga, kader kesehatan, dan tenaga medis perlu bekerja sama agar edukasi serta pendampingan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pilar juga mengapresiasi para kader kesehatan yang selama ini membantu pelaksanaan program di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kader memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah dan warga, terutama dalam memberikan edukasi serta mendampingi keluarga yang membutuhkan perhatian kesehatan.
“Jangan bosan-bosan mengurus anak-anak masyarakat kita dan keluarga yang membutuhkan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan para kader menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan tujuh pos gizi pada 2026 menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel memperluas layanan edukasi dan pendampingan gizi. Pelaksanaan program tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan sebagai bagian dari pencegahan stunting.
(***)
Artikel Terkait
Kabut Asap Karhutla Ganggu 29 Bandara, 2.458 Penerbangan Terdampak: Penumpang Diminta Waspada
BEI Berlakukan ARB 7% Mulai Hari Ini, Investor Wajib Pahami Dampaknya terhadap Saham
8 Pemain Keturunan Eropa Dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Target Piala Dunia 2030 Jadi Sorotan
Pascaledakan Gas 52 Kg di Pasar Cimanggis Tangsel, Pilar Saga Sebut Sejumlah Ruko Terancam Dibongkar
Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dua Titik Beton Rusak Tangsel Diperbaiki