Oleh: Dr. Dian Widiyati, S.E., M.Ak./Magister Akuntansi, Universitas Pamulang
Opini - Layar kaca belakangan ini kerap menyuguhkan potret memikat dari industri finansial. Drama China "Irreplaceable" sukses menyita perhatian publik dengan menampilkan dunia konsultan keuangan dan bankir investasi yang serba elit.
Namun, di balik kemewahan rapat bisnis di puncak gedung pencakar langit, drama ini menyembunyikan narasi terselubung yang patut dikritisasi: romantisasi hustle culture di balik tumpukan lembar kerja akuntansi, yang perlahan mengikis kebahagiaan para profesionalnya.
Dalam "Irreplaceable", ketelitian membedah neraca keuangan, menghitung arus kas, hingga analisis due diligence digambarkan sebagai hasil dari lembur tanpa batas. Karakter utamanya menormalisasi kelelahan fisik demi menyusun pemodelan keuangan yang presisi demi membuktikan kapasitas dirinya.
Baca Juga: Menu MBG Bisa Dipilih Lewat Aplikasi, Skema Grab-OVO Diterapkan di Sekolah Khusus Tangsel
Bagi siapa pun yang tengah merintis karier di bidang akuntansi dan konsultasi keuangan, tayangan ini menyuntikkan ilusi berbahaya: bahwa kebahagiaan dan pengakuan baru bisa diraih ketika berhasil menembus puncak karier, meski harus mengorbankan kesehatan mental di sepanjang prosesnya.
Padahal, di dunia nyata, kebahagiaan seorang akuntan atau konsultan keuangan tidak diukur dari seberapa malam mereka bertahan di depan spreadsheet.
Kebahagiaan sejati (job satisfaction) di profesi ini lahir ketika logika analisis mereka mampu memberikan solusi finansial yang berdampak nyata bagi klien, tanpa harus mengikis kehidupan pribadi.
Ketika seorang analis mengalami burnout kronis akibat budaya kerja berlebihan, ketelitian dalam membaca laporan keuangan justru menurun drastis, dan rasa bangga atas profesi sirna digantikan oleh kejenuhan.
Penguasaan ilmu akuntansi dan integritas memang fondasi utama di industri ini. Namun, para profesional perlu menyadari bahwa karier yang sukses adalah karier yang membahagiakan dan berkelanjutan (sustainable).
Kebahagiaan profesional tumbuh dari batas kerja yang sehat, pengelolaan energi yang bijak, serta keseimbangan antara ambisi dan ketenangan pikiran. Sudah saatnya menikmati drama seperti Irreplaceable sebagai hiburan, bukan tolok ukur sukses.
Menjadi konsultan keuangan yang handal itu penting, tetapi menemukan kebahagiaan dan kedamaian di setiap lembar laporan yang disusun jauh lebih berharga.
(***)
Artikel Terkait
Kasus Bullying Telkom University: Dua Mahasiswa Dijatuhi Sanksi, Korban Dapat Perlindungan
Langit Masih Terik, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 12–15 Oktober 2026
Pemerintah Ubah Aturan Utang Pajak, Pokok Kini Didahulukan dan Sanksi Bisa Dikurangi
DJP Gandeng 38 Administrasi Pajak Dunia, Kepastian Usaha di Era Digital Jadi Sorotan
KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo, Nakhoda Ungkap Detik-Detik Selamatkan 29 Orang