Waspada Rob Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Pesisir hingga 22 Oktober 2026

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 5 Oktober 2026 | 10:51 WIB
Foto Ilustrasi: Kondisi pesisir utara yang berpotensi banjir rob di area kawasan pesisir. (Pemprov Jateng)
Foto Ilustrasi: Kondisi pesisir utara yang berpotensi banjir rob di area kawasan pesisir. (Pemprov Jateng)

Bidiktangsel.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah sepanjang Oktober 2026.

Peringatan tersebut tercantum dalam surat BMKG Nomor B/ME.01.02/273/KTJM/X/2026 mengenai potensi banjir pesisir pada Oktober 2026.

BMKG menjelaskan, fenomena fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut. Kondisi pasang maksimum tersebut dapat memicu banjir pesisir atau rob di sejumlah kawasan pantai.

Baca Juga: Tangsel One Makin Lengkap, Warga Kini Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar dalam Satu Platform

Di Jawa Tengah, wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi kawasan pesisir selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, serta sejumlah wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah.

Pada pesisir pantai utara, wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, dan Jepara.

Potensi rob di wilayah tersebut diprakirakan terjadi pada 4–8 Oktober 2026 dan kembali pada 18–22 Oktober 2026.

Sementara itu, Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang masuk dalam peringatan potensi banjir pesisir pada 4–9 Oktober 2026, dengan potensi kembali terjadi pada 18–22 Oktober 2026.

Untuk kawasan pesisir selatan Jawa Tengah, BMKG mencatat potensi rob di Cilacap pada 3–4 Oktober serta 11–15 Oktober 2026. Pesisir Kebumen dan Purworejo juga termasuk wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir.

Baca Juga: Waspada Rob Jawa Timur 4–10 Oktober, Pesisir Surabaya hingga Tuban Berpotensi Tergenang

Aktivitas Pesisir Berpotensi Terganggu

Potensi banjir rob dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, terutama permukiman dan wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis kelautan.

Sejumlah kegiatan yang berpotensi terdampak antara lain aktivitas pelabuhan dan bongkar muat, tambak garam, perikanan darat, serta aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir Jawa Tengah diminta memperhatikan kondisi pasang maksimum air laut dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X