Bidiktangsel.com – Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai menghadapi dinamika baru seiring semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik di pasar. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Wuling Air ev, yang pada sejumlah penawaran kendaraan bekas disebut telah berada di bawah Rp100 juta hingga sekitar Rp110 jutaan, tergantung tahun produksi, varian, kondisi, dan lokasi kendaraan.
Koreksi harga tersebut menjadi perhatian karena Air ev merupakan salah satu model yang ikut memperkenalkan mobil listrik berukuran kompak kepada konsumen Indonesia.
Baca Juga: Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Mulai Disalurkan, Cek Nominal PKH hingga PIP
Perubahan harga di pasar sekunder tidak terlepas dari perkembangan produk kendaraan listrik yang berlangsung cepat. Setelah Air ev, Wuling memperluas lini kendaraan listriknya dengan menghadirkan model seperti BinguoEV dan Cloud EV, yang menawarkan dimensi, kapasitas kabin, serta karakter penggunaan berbeda.
Masuknya model-model baru tersebut berpotensi memengaruhi pertimbangan konsumen, termasuk pemilik Air ev generasi awal yang mempertimbangkan untuk melakukan upgrade.
Pasokan Unit Bekas Jadi Perhatian
Di pasar kendaraan bekas, bertambahnya unit yang ditawarkan dapat meningkatkan persaingan antarpenjual. Pada saat yang sama, konsumen memiliki semakin banyak alternatif kendaraan listrik untuk dibandingkan sebelum membeli.
Air ev memiliki karakter sebagai mobil listrik perkotaan dengan dimensi kompak dan kapasitas empat penumpang. Karakter tersebut menjadi keunggulan untuk mobilitas di kawasan perkotaan, tetapi sekaligus menjadi pertimbangan bagi konsumen yang membutuhkan ruang kabin dan bagasi lebih besar atau kendaraan untuk perjalanan antarkota.
Baca Juga: Kapolri Suyudi Baru Menjabat, 19 Kapolda Langsung Dimutasi: Ini Daftar Lengkapnya
Kondisi tersebut membuat keputusan pembelian Air ev bekas sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. Konsumen yang mengutamakan kendaraan harian di dalam kota dapat melihat harga bekas sebagai peluang, sedangkan pengguna dengan kebutuhan perjalanan lebih jauh mungkin mempertimbangkan model dengan dimensi dan kemampuan jelajah yang berbeda.
Harga Murah Jadi Peluang Baru
Turunnya harga Air ev bekas ke kisaran Rp100 jutaan juga membuka segmen konsumen baru. Mobil listrik tersebut menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang ingin beralih dari kendaraan konvensional tanpa harus membeli unit baru.
Selain harga pembelian, biaya penggunaan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan calon pembeli mobil listrik bekas. Pengisian daya di rumah dan karakter penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan harian dapat menjadi pertimbangan ekonomi, meski biaya aktual tetap bergantung pada pola pemakaian, tarif listrik, kondisi kendaraan, dan kebutuhan perawatan.
Namun, harga murah bukan satu-satunya parameter. Calon pembeli perlu memeriksa kondisi baterai, riwayat kendaraan, sistem pengisian daya, garansi yang masih berlaku, serta ketersediaan layanan purnajual.
Artikel Terkait
Pemkot Tangsel Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan, Tak Sekadar Bansos tapi Dorong Kemandirian Ekonomi
Sinergi PWI Banten-Kejati Diperkuat, Transparansi Penegakan Hukum Jadi Sorotan
Fasilitas Olahraga Lapangan Kecamatan Ciputat Terbengkalai, Warga Desak Segera Diperbaiki
Median Jalan Rawa Buntu dan Dua U-Turn Segera Ditata, Hasil Uji Coba Jadi Dasar Evaluasi
Bantuan Beras Kenali Besar Jambi Tak Sesuai, Bulog Ungkap Ada Kesepakatan Sebelum Penyaluran