Harga Wuling Air ev Bekas Tembus di Bawah Rp100 Juta, BinguoEV hingga Cloud EV Tekan Nilai Residu

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:26 WIB

Baca Juga: 5 Motor Matik Irit BBM untuk Harian, Yamaha Fazzio hingga Honda BeAT

Tantangan Nilai Residu Mobil Listrik

Fenomena Air ev di pasar bekas juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi industri kendaraan listrik, yakni bagaimana menjaga nilai residu atau resale value ketika teknologi dan pilihan model berkembang sangat cepat.

Peluncuran model baru dengan harga dan spesifikasi yang kompetitif dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap model sebelumnya. Dampaknya dapat terlihat pada pasar sekunder ketika pemilik kendaraan generasi lama mulai melepas unitnya dan konsumen memiliki lebih banyak pilihan.

Karena itu, perkembangan pasar mobil listrik bekas tidak hanya ditentukan oleh harga kendaraan baru. Faktor seperti teknologi baterai, jarak tempuh, jaringan pengisian, biaya kepemilikan, garansi baterai, layanan purnajual dan kepercayaan konsumen terhadap nilai jual kembali turut menjadi pertimbangan.

Bagi konsumen, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa membeli mobil listrik perlu mempertimbangkan bukan hanya harga saat transaksi, tetapi juga kebutuhan penggunaan dan potensi nilai kendaraan ketika kembali dijual.

Baca Juga: Kadispora Tangsel Mundur Jelang Porprov VII Banten, Benyamin Tunjuk Staf Ahli Jadi Plt

Sementara bagi industri otomotif, perkembangan pasar sekunder akan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat tingkat kematangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X