JAKARTA — Keluarga Mahasiswa Betawi Universitas Muhammadiyah Jakarta (KMB UMJ) resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2027. Pelantikan yang dirangkaikan dengan Dialog Kebudayaan tersebut menjadi momentum bagi organisasi mahasiswa Betawi untuk mendorong percepatan regenerasi sekaligus memperluas peran pemuda Betawi di tingkat nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ikalum Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 28 September 2026 itu mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Identitas, dan Menggerakkan Generasi Betawi di Tengah Arus Globalisasi.”
Dialog kebudayaan tidak hanya membahas pelestarian tradisi, tetapi juga mengangkat persoalan regenerasi dan keterlibatan generasi muda Betawi dalam ruang sosial, ekonomi, kebijakan publik, hingga pembangunan nasional.
Baca Juga: Daftar Harga Motor Sport 150cc Oktober 2026: Honda, Yamaha, Suzuki Mulai Rp24 Jutaan
Ketua Umum KMB UMJ Rafi Putra Rabbani mengatakan, regenerasi menjadi salah satu tantangan yang perlu segera direspons bersama. Menurutnya, masih terdapat keterbatasan ruang kepercayaan terhadap generasi muda, sementara dari sisi lain diperlukan keberanian dan inisiatif anak muda untuk mengambil peran lebih besar.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap fakta di lapangan. Hari ini, banyak ruang gerak pemuda Betawi yang tergeser karena mayoritas generasi tua belum mau memberikan kepercayaan penuh untuk proses regenerasi,” kata Rafi dalam keterangan resminya.
Namun, ia menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berada pada generasi senior. Pemuda Betawi juga dituntut meningkatkan inisiatif dan menunjukkan kontribusi konkret agar mampu mengambil posisi strategis di tengah dinamika nasional.
“Kita juga harus mengkritisi diri sendiri: masih sangat jarang pemuda Betawi yang mau mengambil langkah strategis dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Saham GOTO di Rp30, Investasi Telkomsel Rp6,4 Triliun Butuh Naik 800% untuk Balik Modal
Rafi menegaskan, KMB UMJ ingin mendorong perubahan cara pandang terhadap kebudayaan Betawi. Pelestarian budaya, menurutnya, tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial maupun pertunjukan seni, tetapi perlu diterjemahkan menjadi kekuatan dalam pengembangan sumber daya manusia dan kontribusi terhadap pembangunan.
“Melalui KMB UMJ inilah pemuda dan pemudi Betawi dibentuk, ditempa, dan disiapkan. Kami hadir sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan SDM Betawi yang berpendidikan, adaptif terhadap arus globalisasi, serta berani mengisi posisi-posisi strategis di Republik ini,” tegasnya.
KMB UMJ selanjutnya akan mengarahkan program organisasi pada penguatan literasi, pemberdayaan ekonomi pemuda, serta pengawalan kebijakan publik yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan Betawi.
Organisasi tersebut juga mendorong keterlibatan lintas generasi. Tokoh senior dan generasi muda Betawi dinilai perlu membangun sinergi agar proses regenerasi berjalan lebih terbuka dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Waspada Rob Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Pesisir hingga 22 Oktober 2026
67 Ribu Tiket Terjual! Final Indonesia vs Thailand di SUGBK Diprediksi Dipadati Suporter
HUT ke-81 TNI Digelar Hari Ini, 5 Oktober 2026: Ini Rangkaian Upacara dan Agenda Utamanya
DPR Soroti Problem Lapas: Yanuar Arif Sebut Remisi Bisa Diperdagangkan Jika Petugas Tak Berintegritas
Coach Justin Soroti Taktik Herdman: Indonesia Mulai Berbuah, Thailand Jadi Ujian Berat di Final