Baca Juga: Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dua Titik Beton Rusak Tangsel Diperbaiki
Meski demikian, menurut dia, kesiapan dan keterampilan personel menjadi pertimbangan penting agar proses pemadaman tidak justru menimbulkan risiko baru.
“Kalau terkait tenaga personel sebenarnya banyak dan semangatnya memang ada, cuma skill atau kemampuan perlu diperhatikan karena khawatir seperti kejadian di Bromo,” terang Tyas.
Api Meluas Sejak 15 Oktober
Karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang pertama kali diketahui pada Kamis (15/10/2026) sore di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Api kemudian membesar dan merembet ke sejumlah wilayah lain, hingga mencakup Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Batu.
Hingga Selasa pagi, upaya pemadaman masih berlangsung. Perkembangan jumlah titik api dan luas area terdampak tetap bergantung pada kondisi aktual di lapangan.
Baca Juga: 8 Pemain Keturunan Eropa Dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Target Piala Dunia 2030 Jadi Sorotan
Penanganan karhutla di kawasan pegunungan membutuhkan koordinasi lintas instansi, pengendalian pergerakan api, serta penerapan prosedur keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat.
(***)
Artikel Terkait
Motor Listrik Alva N3 Terbakar di Kolong Semanggi, Nyaris Ludes Dilalap Api
Kerusuhan Prancis Memanas, 1.200 Orang Ditangkap dan 150 Polisi Terluka
Napoleon Bonaparte Dimakamkan Hari Ini di TMP Cikeas, Ini Rekam Jejaknya di Polri
Kabut Asap Karhutla Ganggu 29 Bandara, 2.458 Penerbangan Terdampak: Penumpang Diminta Waspada
BEI Berlakukan ARB 7% Mulai Hari Ini, Investor Wajib Pahami Dampaknya terhadap Saham