Baca Juga: Dugaan Proyek Tak Sesuai Volume, Inlet Tandon Ciater Disorot
"Namun di balik pemahaman itu, tidak bisa dipungkiri bahwa kami para guru tetap merasakan pahitnya perjuangan," tegasnya.
"Dengan penghasilan yang sangat minim, kami harus bertahan, mengatur ulang kebutuhan hidup, dan tetap menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik tanpa mengurangi kualitas pengabdian," sambung Fildzah.
Di sisi lain, Fildzah menuturkan, keluhan yang ia posting tersebut bertujuan tidak meminta belas kasihan maupun menyudutkan pihak mana pun yang terkait.
"Saya bangga menjadi guru. Kami bangga menjadi guru. Dan selama masih diberi kekuatan, kami akan tetap mengabdi, meski dalam keterbatasan," tutupnya.
(***)
Artikel Terkait
HPN 2026, Pemprov Banten Dorong Pers Jadi Penjaga Kepentingan Publik di Era AI
Dukung Indonesia ASRI, Andra Soni Akan Terbitkan Ingub Gerakan Jumat Bersih
Pengakuan Viral Korban yang Mobilnya Tergores Justru Takjub dengan Kejujuran Pelaku, Berakhir Saling Save Kontak
Bikin Jepang-Iran Ketar-ketir, Ini Perjalanan Timnas Indonesia di Ajang AFC Futsal 2026 Paling Fenomenal Setelah 11 Kali Selalu Kandas
Ketum Iluni Sempel Namta Buka Raker 2026–2029, Tekankan Kolaborasi dan Aksi Nyata