Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 7 September 2025 | 21:15 WIB
Menperin Agus Gumiwang (tengah) menyebut pemerintah menyiapkan dana Rp20 triliun untuk program KIPK. (kemenperin.go.id)
Menperin Agus Gumiwang (tengah) menyebut pemerintah menyiapkan dana Rp20 triliun untuk program KIPK. (kemenperin.go.id)

Baca Juga: Benyamin Lepas Ribuan Peserta Road to Tangsel Marathon 2025 di CFD BSD

“Melalui KIPK, kami ingin memastikan industri padat karya bisa tumbuh berdaya saing, berkontribusi lebih besar pada perekonomian, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” kata Tri.

Dorongan bagi Penciptaan Lapangan Kerja

KIPK lahir di tengah tantangan industri yang semakin kompetitif. Globalisasi, digitalisasi, serta tekanan pasar internasional menuntut pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi.

Namun, keterbatasan akses pembiayaan kerap menjadi penghambat. Kehadiran program kredit bersubsidi ini diharapkan menjawab problem klasik tersebut.

Baca Juga: Evaluasi Tari Sanggar Kencana Wungu ke-5: 110 Penari Tampil di Bintaro Plaza

Ekonom menilai, injeksi dana Rp20 triliun ini berpotensi menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru, terutama pada sektor-sektor padat tenaga kerja. 

Selain itu, peningkatan kapasitas produksi dapat mendorong ekspor sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Menjadi Motor Ekonomi Nasional

Dengan dukungan pendanaan besar, pemerintah optimistis KIPK mampu menjadi motor penggerak industri padat karya yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca Juga: Alih Fungsi Lahan RTH: Warung Semi-Permanen di Jogging Track Situ Gintung Mengancam Konservasi

Program ini tidak hanya sekadar bantuan kredit, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif di kancah global.

“Industri padat karya adalah ujung tombak perekonomian kita. KIPK hadir untuk memperkuat pondasi itu,” tegas Agus.

Jika pelaksanaannya konsisten dan tepat sasaran, KIPK diprediksi menjadi katalis baru dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat basis industri nasional, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

(***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X